Nusantaraterkini.co, ACEHTIMUR - Jembatan penghubung Desa Pelita Sagop Jaya di area Kebun Julok Rayeuk Utara menuju Kebun Julok Rayeuk Selatan mengalami kerusakan pada 15 September 2025 sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca Juga : PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara Rayakan HKN ke-61 dengan Aksi Sehat untuk Pemanen Sawit
Meski jalur ini sejatinya hanya merupakan akses alternatif masyarakat menuju lingkungan kebun, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara segera melakukan langkah cepat dengan perbaikan sementara guna mempermudah akses warga sekitar.
"Sebagai bagian dari BUMN yang berkomitmen pada kebermanfaatan sosial, dan berkomitmen membantu masyarakat kami berupaya memberi solusi cepat agar masyarakat tetap terbantu dalam aktivitas sehari-hari. Perbaikan sementara ini kami lakukan agar akses transportasi masyarakat khususnya kendaraan roda dua tidak terhambat," ujar Ir Dedi Pribadi selaku Manajer Kebun Julok Rayeuk Utara.
Selain penanganan sementara, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara juga telah berkoordinasi dengan Regional 1 Kebun Julok Rayeuk Selatan untuk merencanakan dukungan lebih lanjut.
Kedua manajemen kebun sepakat memberikan bantuan sesuai kemampuan perusahaan dalam upaya perbaikan jembatan tersebut.
"Kami memahami pentingnya konektivitas bagi masyarakat sekitar kebun. Karena itu, kami siap bersinergi memberikan dukungan agar akses alternatif ini dapat kembali difungsikan dengan baik," tutur Lili Rajali Nasution SP, Manajer Kebun Julok Rayeuk Selatan.
Upaya ini sejalan dengan semangat PTPN IV PalmCo dalam menerapkan nilai AKHLAK dan prinsip TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), di mana keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara Raih Sertifikasi ISPO
PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara resmi meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai bukti komitmen perusahaan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan sesuai ketentuan hukum.
Sertifikat ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi PT Global Gateway Certifications Indonesia (GGCI) setelah melalui serangkaian audit dan verifikasi ketat.
Sertifikasi ISPO merupakan bentuk pemenuhan terhadap Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, yang mewajibkan seluruh pelaku usaha perkebunan sawit untuk menerapkan praktik usaha yang legal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
"Pencapaian ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menjalankan operasional sesuai prinsip keberlanjutan. ISPO tidak hanya memastikan aspek legalitas dan kepatuhan regulasi, tetapi juga mendorong kami untuk terus memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi," ungkap Ir Dedi Pribadi selaku Manajer Kebun Julok Rayeuk Utara.
Melalui Sertifikasi ISPO, perusahaan bertekad memperkuat tata kelola perkebunan sawit yang mencakup:
1) Kepatuhan hukum dan pengelolaan administrasi perkebunan;
2) Pengelolaan lingkungan hidup dan konservasi;
3) Tanggung jawab terhadap pekerja dan masyarakat sekitar;
4) Peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Capaian ini sekaligus menegaskan peran PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung program pemerintah menuju industri kelapa sawit Indonesia yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan sesuai standar internasional.
(isp/nusantaraterkini.co)
