Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rendahnya tingkat partisipasi pemilih menjadi masalah krusial menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2024.
Agus Suryadi, Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), menyoroti bahwa partisipasi pemilih pada Pilkada Medan sebelumnya termasuk terendah di Indonesia.
Menurut Agus, masalah ini mencerminkan lemahnya antusiasme masyarakat dalam proses politik kota. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya serius dari penyelenggara pemilu dan para calon untuk mendorong masyarakat lebih aktif terlibat dalam menentukan pemimpin kota mereka.
Baca Juga : Memilih Pemimpin: Ketika Popularitas dan Kekuasaan Membungkam Kompetensi dan Rakyat “Pilkada Rasa Pilpres”
“Pilkada Medan sebelumnya memiliki partisipasi yang sangat rendah, salah satu yang terendah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa tidak terhubung dengan calon yang ada. Mereka merasa bosan dan tidak menemukan pilihan yang bisa mengakomodir kepentingan mereka,” ujar Agus dalam Podcast Bincang Santai Politik Nusantaraterkini.co, Kamis (7/11/2024).
Agus menjelaskan lebih lanjut bahwa minimnya pilihan calon yang dapat mewakili kepentingan masyarakat menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi.
“Pemilih butuh alasan kuat untuk merasa antusias memilih. Ketika pilihan terbatas dan tidak ada calon yang benar-benar dapat dipercaya, masyarakat cenderung tidak merasa bahwa suara mereka akan membuat perbedaan,” tambahnya.
Baca Juga : PSU Digelar di 22 Provinsi, Komisi II DPR: KPU Harus Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Menurutnya, penyelenggara Pilkada memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kesadaran pemilih.
“Sosialisasi mengenai pentingnya suara sangat penting. Penyelenggara harus memastikan bahwa setiap pemilih merasa suaranya berarti dalam menentukan masa depan kota,” tegas Agus.
Selain itu, Agus juga mencatat tantangan yang dihadapi Medan sebagai kota megapolitan, dengan masalah sub-urbanisasi yang mempengaruhi struktur sosial dan partisipasi politik.
Baca Juga : DPRD Umumkan Rico-Zaky sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2025-2030
“Suburbanisasi membuat tantangan baru dalam meningkatkan partisipasi. Warga yang tinggal di daerah pinggiran seperti Deli Serdang sering kali merasa terabaikan, padahal mereka juga berhak menentukan masa depan Medan,” jelas Agus.
Agus berharap para pasangan calon dapat menyusun program-program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak sekadar menarik di permukaan.
“Kandidat harus bisa membangun hubungan yang erat dengan pemilih, terutama dengan masyarakat di luar Medan yang sering merasa terisolasi dari kebijakan kota,” tutupnya.
Baca Juga : Tidak Ada Bukti yang Relevan Gugatan Ridha-Rani Ditolak MK, Hasil Pilkada Medan Sah!
Pilkada Medan 2024 ini menjadi ujian penting bagi semua pihak untuk meningkatkan partisipasi pemilih demi terciptanya demokrasi yang lebih berkualitas.
(cw9/nusantaraterkini.co)
