Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Warga Jalan Gubernur HABastari, Lorong Budi Mulia II, Kelurahan Jakabaring, Palembang, memasang baliho peringatan unik berukuran 2x1 meter. Peringatan itu sebagai bentuk protes atas fenomena hilangnya uang secara misterius yang meresahkan lingkungan RT 026 RW 06 selama tiga tahun terakhir.
“Ini bukan hal baru, sudah hampir tiga tahun lebih warga di sini sering kehilangan uang tanpa jejak. Kalau malam sebelum tidur uang masih utuh, tapi paginya saat mau dipakai belanja, jumlahnya sudah berkurang,” ujar seorang warga setempat, Mamad, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel
Mamad menyebut jika nominal kehilangan bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan salah seorang tetangganya kehilangan tabungan renovasi rumah di dalam kotak kayu hingga menyisakan Rp150.000 saja.
Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel
“Kondisi ini memicu inisiatif warga sekitar untuk memasang baliho bertuliskan imbauan, supaya pemilik makhluk halus yang diduga tuyul tidak melepas peliharaannya di kampung sendiri,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya, Nelly yang mengaku kerap kehilangan uang di dalam tas. Meskipun, kata dia, disimpan rapat di dalam rumah tanpa adanya tanda-tanda kerusakan pintu atau jendela.
Baca Juga : Gantikan Vietnam, Sumsel Resmi Jadi Tuan Rumah Asian Mini Football Championship 2026
Ia merasa heran karena kejadian serupa dialami oleh hampir seluruh tetangganya secara berulang, terutama pada momen-momen tertentu seperti bulan Ramadan.
“Uang saya memang tidak banyak, tapi sering hilang. Terakhir waktu bulan puasa sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Kalau hilang di jalan mungkin wajar, tapi ini di dalam rumah tanpa jejak, itu yang bikin kami bingung,” imbuhnya.
Melalui aksi pemasangan baliho bergambar makhluk halus tersebut, warga berharap pelaku atau pemilik oknum yang dianggap bertanggung jawab atas keresahan ini segera menghentikan perbuatannya. Dengan demikian, diharapkan situasi lingkungan kembali kondusif.
“Kami cuma ingin hidup tenang, cari uang itu susah. Jadi tolong jangan ada lagi kejadian seperti ini yang menimpa masyarakat,” ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
