Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Respons Anas Urbaningrum atas Semprotan Menkeu ke Ekonom: Optimisme Purbaya Harus Terukur

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, turut angkat bicara menanggapi ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kalangan ekonom, Jumat (27/3/2026).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, turut angkat bicara menanggapi ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kalangan ekonom. Menurut Anas, meski optimisme pemerintah diperlukan, hal tersebut tidak boleh menutup mata terhadap kritik objektif mengenai tantangan ekonomi yang tengah melanda negeri.

Sentilan ini menyusul pernyataan keras Menkeu Purbaya sebelumnya yang menilai banyak ekonom menebar sentimen negatif tanpa dasar perhitungan yang jelas. Anas menilai, sah-sah saja jika bendahara negara membela kinerjanya, namun hak para ekonom untuk tetap kritis juga harus dihormati sebagai bagian dari sistem kontrol kebijakan.

Baca Juga : Puji Rising Star, Bamsoet Sebut Golkar Terbuka untuk Anas Urbaningrum

“Pak Purbaya boleh menyemprot para ekonom yang kritis. Namun, para ekonom juga boleh tetap mengingatkan Pak Purbaya tentang keadaan ekonomi yang penuh tantangan,” tulis Anas Urbaningrum melalui akun X miliknya, seperti dilansir RMOL, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga : Realisasi MBG Naik 17,5 Persen, Pemerintah Gelontorkan Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026

​Anas menekankan bahwa tugas utama Menteri Keuangan saat ini adalah membuktikan kepercayaan diri tersebut dengan kinerja nyata dalam mengelola keuangan negara. Baginya, optimisme pemerintah harus memiliki standar ukuran yang jelas dan realistis agar tidak sekadar menjadi narasi kosong.

​Mantan Ketua Umum PB HMI ini juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati pemerintah dalam menerima masukan, meski masukan tersebut terasa pahit. Ia memandang bahwa kritik dari para pengamat ekonomi merupakan "jamu" yang bermanfaat bagi kesehatan APBN.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

“Salah satu caranya adalah bersedia menerima masukan pikiran dan gagasan yang baik, meskipun mungkin kadangkala pahit di lidah dan berdengung di telinga,” tambah Anas.

Baca Juga : Mensesneg Bantah Isu Reshuffle, Tegaskan Hanya Ada Dua Pelantikan di Istana

​Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa rakyat tidak terlalu memedulikan perdebatan teknis antara pejabat dan pengamat. Fokus utama publik adalah melihat pemerintah sukses menunaikan tugasnya demi kesejahteraan rakyat banyak. 

"Ketegangan ini diharapkan menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan untuk lebih terbuka dalam berdialog dengan para pakar demi navigasi ekonomi yang lebih aman di masa depan," pungkasnya.

Baca Juga : Batas Lapor SPT 2026 Diundur! Bukan Sekadar Hindari Denda, Ada Pesan Haru di Balik Keputusan Menkeu

(Emn/Nusantaraterkini.co)