Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rico Waas: Imlek Simbol Harmoni Multikultural di Kota Medan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wali Kota Medan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Medan.

Keberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin dalam berbagai aktivitas sosial dan perayaan adat yang diikuti lintas komunitas.

Baca Juga : Kuliner Halal Aman dan Sehat Kembali Hadir di Mesjid Raya Hingga 16 Juni

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga : Kelas Digital di Medan Jadikan Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern

Dalam kegiatan itu, Rico Waas juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026. Pameran ini menghadirkan beragam karya dan ornamen budaya, antara lain Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.

Rico Waas mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan.

Baca Juga : Rayakan Imlek, KAI Sumut Hadirkan Atraksi Barongsai di Stasiun Lubuk Pakam

“Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi," katanya. 

Baca Juga : Hong Kong Diserbu 1,4 Juta Wisatawan Imlek: Perhiasan Emas Motif Kuda Jadi Incaran

Menurutnya, Medan merupakan kota multikultural yang dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat.

Dia menjelaskan, Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai suku dan etnis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka dan saling menghargai.

Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga.

"Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan," nilainya.

Rico Waas juga menyinggung perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat, energi, dan gerak maju. Ia menilai makna tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif.

Ia menekankan, kekompakan dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Ia mencontohkan solidaritas masyarakat saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi persoalan.

“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki kesamaan prinsip, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara untuk melihat langsung harmoni multikultural di Medan.

(Akb/nusantaraterkini.co)