Nusantaraterkini.co, MEDAN-Kedatangan Wali Kota Medan Rico Waas membuat suasana di Gedung PKK Medan mendadak riuh dan penuh tawa, Selasa (9/6/2026). Rico Waas menyambangi 42 anak yang mengikui sunat massal yang digelar Komunitas Sah-Rizki.
Rico Waas juga mengajak anak-anak peserta sunat massal untuk mengikuti kuis. Suasana kehangatan dan kejenakaan pun merebak dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan donor darah dan bazar UMKM itu.
Baca Juga : Kuliner Halal Aman dan Sehat Kembali Hadir di Mesjid Raya Hingga 16 Juni
“Ini anak-anak sudah siap semuanya?” tanya Rico Waas.
Baca Juga : Kelas Digital di Medan Jadikan Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern
“Siap!” jawab anak-anak kompak.
Ia pun kembali memastikan dengan nada bercanda, yang langsung disambut teriakan lebih lantang dari anak-anak. Tercatat sebanyak 42 anak mengikuti kegiatan sunat massal tersebut.
Baca Juga : Lawan Predator Seksual, Rico Waas: Jangan Takut Bersuara
Seorang bocah bernama Muhammad Ridho maju dengan wajah gugup. Saat ditanya umur, ia menjawab singkat, “13.” Namun ketika ditanya tinggal di mana, Ridho justru terdiam cukup lama hingga penonton membantu menjawab bahwa ia berasal dari Kecamatan Medan Deli. Suasana pun mencair. Ketika ditanya alasan ingin disunat, Ridho sempat ragu sebelum akhirnya menjawab pelan, “Biar sehat,” yang langsung disambut anggukan dan apresiasi.
Baca Juga : Rico Waas Instruksikan Optimalisasi Aset, Stop Pemborosan
Rico Waas kemudian menambah semangat dengan menawarkan uang saku jika Ridho mampu menjawab pertanyaan berikutnya. Kali ini tentang pemain bola favorit. Dengan lebih percaya diri, Ridho menyebut nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe. Tepuk tangan pun pecah.
“Semangat untuk sunatnya, ya. Jangan takut,” kata Rico Waas menyemangati, yang dijawab mantap oleh Ridho, “Enggak.”
Baca Juga : Lazismu Medan Tembung Gelar Sunat Massal di RSJ Prof dr Muhammad Ildrem
Keceriaan berlanjut saat peserta lain, Ali Yusuf Pasaribu, maju ke depan. Ia memperkenalkan diri dengan lancar.
"Umur 12 tahun, kelas 6 SD, tinggal di Kecamatan Medan Perjuangan," sebut anak itu.
Ali menunjukkan pengetahuan yang mengejutkan. Ia mampu menjawab dengan tepat jumlah kecamatan di Kota Medan, yakni 21, bahkan juga jumlah kelurahan sebanyak 151. Rico Waas tampak heran sekaligus kagum. “Luar biasa!” ungkapnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Sah-Rizki Novita Sari, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan, Rico Waas juga menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Sah-Rizki atas penyelenggaraan khitanan massal tersebut. Ia menilai kegiatan sosial seperti ini memiliki makna penting, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.
Ia mengungkapkan, khitanan massal memang kerap dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan. Namun, keterlibatan komunitas seperti Sah-Rizki patut diapresiasi karena tidak hanya fokus pada kegiatan ekonomi atau UMKM, tetapi juga menjalankan fungsi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Kegiatan ini, sebutnya, menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang anak-anak, baik secara fisik maupun spiritual.
“Hubungan sosial seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi anak-anak kita semuanya,” ujarnya.
Selain khitanan massal, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada ibu tunggal sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di akhir sambutannya, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua pihak.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
