Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebagai rumah sakit rujukan terakhir di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut), Rumah Sakit (RS) Adam Malik menghadirkan teknologi modern bernama Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).
Alat canggih ini bisa menjadi harapan baru untuk penanganan dan pemulihan pasien neurologi, termasuk juga psikiatri.
Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama
Dokter spesialis neurologi RS Adam Malik, dr. Suska Lara Br Ginting, M.Ked(Neu), Sp.N, TMS menyebutkan, alat ini merupakan teknologi modern yang digunakan melalui metode terapi non-invasif, dengan memanfaatkan energi magnet untuk membantu penanganan berbagai gangguan pada pasien neurologi dan psikiatri.
Baca Juga : Tanpa Operasi Pengangkatan Rahim, RS Adam Malik Hadirkan Metode Microwave Ablation Bagi Pasien Mioma
“TMS ini alat stimulasi dengan menggunakan energi magnet. Alat ini aman, dan juga non-invasif, sehingga tidak membutuhkan tindakan operasi,” ucapnya dalam keterangan, Jumat (24/4/2026).
Suska menjelaskan, TMS dapat digunakan pada pasien dengan berbagai kondisi, seperti pasien stroke dengan gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, hingga gangguan fungsi kognitif.
Selain itu, TMS juga efektif untuk mengatasi nyeri kronis seperti migrain, dan nyeri neuropati pada pasien neurologi atau penyakit saraf.
“Di bidang psikiatri, TMS digunakan untuk membantu pasien dengan gangguan kecemasan dan depresi. Alat ini juga sudah banyak dimanfaatkan untuk menangani pasien dengan ketergantungan rokok maupun adiksi vape,” jelasnya.
Manfaat TMS ini pun sudah dirasakan langsung oleh pasien RS Adam Malik, Hardianto (38). Pasien pasca stroke iskemik akut ini mengaku merasakan perubahan positif setelah menjalani terapi TMS.
Menurutnya, saraf-saraf pada bagian tubuh yang sebelumnya lemah dan mengalami penurunan gangguan kecemasan kini mulai memberikan respons.
“Saya merasakan kedutan saraf di bagian tangan yang lemah, dan gangguan cemas yang saya alami setelah stroke berangsur pulih. Kualitas hidup saya menjadi lebih baik,” ujar Hardianto.
Senada, Palti Siregar (63) pasien stroke ringan sejak lima tahun lalu menyebut merasakan peningkatan signifikan pada kekuatan tangan kanannya setelah menjalani terapi TMS.
“Setelah beberapa kali terapi, kekuatan tangan saya meningkat. Dulu hanya mampu membawa beban dalam jarak sekitar 200 meter, sekarang bisa hingga sekitar 2 kilometer. Ini sangat membantu proses pemulihan saya,” ungkapnya.
Menurut Palti, TMS sudah memberikan manfaat yang lebih terasa dibandingkan terapi lain yang pernah dijalaninya. Ia pun mengapresiasi upaya RS Adam Malik dan pemerintah untuk menghadirkan layanan ini bagi masyarakat.
Dia berharap pasien lain dengan keluhan yang sama juga bisa memanfaatkan alat TMS yang tersedia di RS Adam Malik ini.
Teknologi TMS ini sendiri diharapkan dapat melengkapi kemampuan layanan neurologi di RS Adam Malik. Apalagi, layanan neuro science saat ini menjadi salah satu layanan unggulan bersama dengan layanan kardiologi (jantung) dan layanan onkologi (kanker) di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini.
(zie/nusantaraterkini.co)
