Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

RTM Malaysia Kembali Salah Sebut Nama Pemimpin ASEAN, Termasuk Prabowo

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden AS Donald Trump (kelima kiri) foto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan pemimpin Asia Tenggara saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025). (Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS)

nusantaraterkini.co, KUALA LUMPUR – Lembaga penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), kembali menuai sorotan. Dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 pekan lalu, RTM diketahui salah menyebut beberapa nama kepala pemerintahan negara anggota ASEAN.

Dalam komentarnya, pihak RTM menyebut Perdana Menteri (PM) Singapura sebagai Lee Hsien Loong, padahal, pemimpin Singapura saat ini adalah Lawrence Wong.

Kesalahan serupa juga terjadi saat menyebut PM Thailand, di mana RTM masih menyebut nama Srettha Thavisin yang sudah tidak menjabat sejak 14 Agustus 2024. Jabatan tersebut kini diemban oleh Anutin Charnvirakul.

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

PM Singapura Lawrence Wong bersama sang istri, Loo Tze Lui, diketahui hadir langsung dalam KTT ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Sabtu (25/10/2025).

Foto kehadiran pasangan tersebut turut diunggah di akun resmi Kementerian Pembangunan Pemerintah Tempatan Malaysia (@kpkt_gov) di platform X.

Atas kesalahan itu, pihak RTM segera mengeluarkan pernyataan resmi dan menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

"Pihak RTM memandang serius perkara ini dan tindakan sewajarnya telah diambil,” ujar pernyataan resmi RTM, Senin (27/10/2025).

RTM juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada kedua perdana menteri serta pemerintahan masing-masing negara.

“RTM akan terus memperkuat pengawasan editorial dan pemeriksaan fakta agar setiap informasi yang disiarkan akurat serta berintegritas,” tambah mereka.

Tak berhenti di situ, RTM juga mengakui sempat keliru menyebut Presiden Indonesia.

Alih-alih menyebut Prabowo Subianto selaku Presiden RI periode 2024–2029, komentator RTM justru menyebut nama Joko Widodo, Presiden ke-7 Indonesia.

Kesalahan beruntun ini membuat RTM kembali menjadi sorotan publik, terutama di kalangan pengguna media sosial di kawasan Asia Tenggara.

(Dra/nusantaraterkini.co)