Nusantaraterkini.co, PAREPARE – Stadion Gelora BJ Habibie yang selama ini dikenal sebagai benteng angker bagi tim tamu, mendadak kehilangan tajinya pada Jumat (9/2/2026) malam. Dalam laga lanjutan liga yang sangat dinantikan, PSM Makassar harus mengakui keunggulan telak Bali United dengan skor akhir 0-2.
Pertandingan ini bukan sekadar kekalahan biasa bagi Juku Eja, melainkan sebuah drama yang melibatkan kehancuran organisasi permainan akibat emosi yang tak terkendali, yang berujung pada keluarnya dua kartu merah bagi para punggawa kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.
Baca Juga : Persita Unggul Tipis 1-0 Atas Borneo FC di Babak Pertama Melalui Gol Cepat Guseynov
Sejak peluit sepak mula ditiup oleh wasit Efendi E., Bali United langsung memperagakan permainan menekan yang sangat disiplin. Hasilnya instan, hanya lima menit laga berjalan, Mitsuru Mustafic sukses mengoyak jala gawang PSM setelah menerima sodoran bola matang dari Gappel T.
Gol kilat ini seakan menjadi sinyal awal bahwa tim tamu tidak datang ke Parepare hanya untuk bertahan. Kebobolan di menit-menit awal membuat tensi permainan meninggi dengan cepat, di mana para pemain PSM mulai melakukan pelanggaran-pelanggaran keras guna memutus alur bola lawan yang sangat cair.
Titik balik perjuangan PSM Makassar terjadi pada menit ke-24 ketika Lasinari S melakukan kesalahan fatal yang berbuah kartu kuning kedua. Kepergian Lasinari ke ruang ganti lebih awal meninggalkan lubang besar di lini belakang yang harus ditambal dengan kerja keras pemain lainnya.
Bali United yang unggul jumlah pemain tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan terus mengurung pertahanan tuan rumah. Penguasaan bola mutlak berada di kaki para pemain Serdadu Tridatu, memaksa PSM bermain defensif dan hanya mengandalkan serangan balik spekulatif yang jarang membahayakan gawang lawan.
Memasuki babak kedua, meskipun pelatih PSM mencoba melakukan rotasi dengan memasukkan tenaga baru seperti Raehan A dan Arfan M, dominasi Bali United tetap tak tergoyahkan. Tim tamu bermain sangat sabar, memancing para pemain PSM keluar dari sarangnya dengan operan-operan pendek yang presisi.
Statistik menunjukkan dominasi Bali United dengan 59 persen penguasaan bola dan akurasi tembakan yang jauh lebih baik dibandingkan tuan rumah. PSM sebenarnya memiliki delapan upaya tembakan, namun lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang-peluang tersebut terbuang percuma.
Drama kembali memuncak saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu. Di saat pendukung tuan rumah masih berharap akan adanya keajaiban gol penyeimbang, Bali United justru memberikan serangan mematikan melalui skema transisi yang sangat cepat.
Pada menit ke-90+4, Gappel T yang tampil sebagai bintang lapangan kembali mencetak gol kedua setelah memanfaatkan asis dari Arjuna R. Keadaan semakin memburuk bagi PSM ketika Raehan A terpancing emosinya dan menerima kartu merah langsung di menit ke-90+8. Skor 0-2 bertahan hingga laga usai, menyisakan kesedihan bagi 2.225 penonton yang hadir.
Baca Juga : Tumbangkan Pemuncak Klasemen, Persita Tangerang Jaga Tren Positif
Hasil negatif ini menjadi tamparan keras bagi PSM Makassar yang gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah dan justru kehilangan dua pemain penting untuk laga berikutnya akibat sanksi kartu.
Di sisi lain, Bali United pulang dengan kepala tegak setelah menunjukkan performa yang sangat klinis dan dewasa.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
