Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPD RI asal Papua, Filep Wamafma, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap karya-karya anak muda yang membangun kesadaran publik mengenai Papua melalui medium seni dan film dokumenter.
Apresiasi tersebut disampaikan khusus kepada film dokumenter Pesta Babi dan Teman Tegar Maira yang dinilai mampu menghadirkan narasi kemanusiaan, identitas, serta realitas masyarakat adat Papua secara jujur dan bermartabat.
Menurut Filep, karya kreatif generasi muda memiliki peran penting dalam membuka ruang dialog publik, membangun empati, dan menghadirkan perspektif yang lebih manusiawi tentang Papua di tengah dinamika pembangunan dan perubahan sosial.
Baca Juga : Sikapi Polemik Rekrutmen LNG Tangguh, Pemerintah Diminta Sigap Prioritaskan OAP
“Papua bukan sekadar tanah yang dipandang dari kekayaannya, tetapi rumah kehidupan yang menyimpan martabat, budaya, dan suara kemanusiaan. Melalui film dokumenter Pesta Babi dan Teman Tegar Maira, kita diajak melihat Papua bukan hanya dari luka sejarah dan benturan pembangunan, tetapi juga dari harapan, keberanian, serta keteguhan masyarakat Papua menjaga identitasnya di tengah perubahan zaman,” ujar Filep, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus berpijak pada penghormatan terhadap masyarakat adat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ruang hidup generasi mendatang. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi maupun pembangunan infrastruktur semata.
“Film-film ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan sekadar menghadirkan investasi dan infrastruktur, melainkan memastikan keadilan, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, kelestarian alam, dan ruang hidup generasi masa depan,” lanjut penulis buku Masyarakat Adat Dalam Pusaran Investasi di Indonesia tersebut.
Filep juga menekankan dukungannya terhadap pembangunan yang berpihak kepada masyarakat Papua dan memberikan manfaat luas bagi rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.
“Pembangunan harus menghadirkan kesejahteraan yang adil, melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama, serta menjaga tanah dan hutan Papua sebagai sumber kehidupan bersama. Kita membutuhkan investasi yang berkeadilan sosial dan berwawasan lingkungan, bukan investasi yang hanya menguntungkan segelintir orang saja,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Filep mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan ruang dan dukungan terhadap karya kreatif anak muda Papua maupun Indonesia yang menghadirkan kesadaran kritis, kemanusiaan, serta semangat menjaga martabat Papua melalui seni, budaya, dan film dokumenter.
(LS/Nusantaraterkin.co)
