Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Wacana Kabinet Gemuk Prabowo, Gerindra: Semakin Banyak Semakin Bagus

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Habiburokhman (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman berpendapat jika semakin banyak kementerian/lembaga yang dibangun maka semakin baik untuk pemerintahan ke depan.

Hal ini disampaikannya menanggapi wacana kementerian/lembaga menjadi 40 di pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Baca Juga : Menteri ESDM Pastikan Pasokan Gas Aman, HGBT Tetap Mengacu Keputusan Pemerintah

“Kalau memang ingin melibatkan banyak orang menurut saya enggak masalah, justru semakin banyak semakin bagus kalau saya pribadi,” katanya, Selasa (7/5/2024).

Baca Juga : Firman Subagyo: Dudung Abdurachman Punya Modal Kuat Pimpin KSP, Memiliki Karakter dan Integritas

Dia mengaku tak masalah bila kementerian semakin banyak, lantaran Indonesia merupakan negara besar sehingga membutuhkan banyak orang untuk membangunnya.

“Kalau gemuk dalam konteks fisik orang per orang itu kan tidak sehat, tapi dalam konteks negara jumlah yang banyak itu artinya besar, besar justru bagus, negara kita kan negara besar, tantangan kita besar, target kita besar, wajar kalau kita perlu mengumpulkan banyak orang berkumpul dalam pemerintahan sehingga jadi besar,” ujarnya.

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Dia menambahkan, gemuknya jumlah kementerian/lembaga bukan berarti hanya untuk bagi-bagi jatah ke partai politik. Meski demikian, Habib menyatakan masukan dari masyarakat akan tetap menjadi pertimbangan.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

“Iya itulah kesalahan berpikir, dan gak apa-apa jadi masukan bagi kami jangan sampai hanya untuk mengakomodir kepentingan politik, masukan masyarakat kami terima,” imbuhnya.

Habiburokhman mengingatkan bahwa kewenangan membentuk kabinet hanya ada di tangan Prabowo selaku presiden terpilih.

Baca Juga : Mahasiswa Sumut Temui Wapres Gibran, Dorong Hari Ulos Nasional Masuk UNESCO

“Tapi itu tadi kewenangan membentuk kabinet, formasi berapa, jumlah berapa itu secara substansi itu ada di Pak Prabowo sebagai presiden elected. Apakah besar tidak efektif ya pertimbangan beliau. Karena yang akan terima rapor dari rakyat beliau,” tandasnya.

Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat

(cw1/nusantaraterkini.co)