Nusantaraterkini.co,CANBERRA - Enamel gigi yang tebal membantu kanguru mengalami perjalanan evolusi yang tidak lazim, dibandingkan dengan herbivora di benua lainnya.
Menurut studi Australia dari Universitas Flinders Australia yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Science menganalisis, fosil gigi kanguru yang berusia jutaan tahun menemukan bahwa kanguru, herbivora yang paling beragam sekaligus umum ditemukan di benua Australia mengembangkan solusi yang tidak biasa untuk mengatasi tantangan dalam mengonsumsi rumput menggunakan gigi geraham yang diperkuat oleh enamel tebal.
Baca Juga : Studi: 2,2 Juta Pria Paruh Baya Australia Terjebak Konsumsi Alkohol Berisiko
"Sejarah evolusi kanguru mendorong hewan itu untuk beradaptasi terhadap munculnya padang rumput dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan mamalia berkuku seperti rusa dan kuda, yang dominan di sebagian besar benua lainnya" ujar Aidan Couzens, penulis utama studi tersebut yang juga research associate di Universitas Flinders, Senin (4/5/2026).
Baca Juga : Revolusi Deteksi Dini: Peneliti Australia Temukan Tes Darah 4 Protein untuk Identifikasi Kanker
Berbeda dengan hewan pemakan rumput seperti kuda dan rusa, yang mengunyah dari satu sisi ke sisi lainnya dan mengembangkan gigi bermahkota tinggi, kanguru mengiris makanan secara vertikal.
Couzens menambahkan bahwa gaya mengunyah ini menunjukkan kanguru memiliki deretan gigi geraham belakang (cheek teeth) yang berfungsi seperti sabuk konveyor dengan enamel tebal.
"Mengonsumsi rumput membuat gigi lebih cepat aus dibandingkan jenis tumbuhan lain, karena rumput kerap kali dilapisi debu dan helaiannya mengandung ribuan partikel silika yang sangat kecil," tuturnya.
"Dalam beberapa hal, sejarah evolusi mamalia herbivora di Australia berlangsung terbalik karena keunggulan herbivora yang mengunyah secara vertikal (yakni kanguru), sementara hal sebaliknya terjadi di benua-benua bagian utara," urai Couzens.
Studi ini menunjukkan bahwa evolusi tidak selalu dapat diprediksi. Herbivora marsupial pesaing yang lebih cocok untuk mengonsumsi rumput mengalami penurunan sebelum padang rumput menyebar, sehingga membuka peluang bagi kanguru untuk mengambil keuntungan.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
