Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin terbuka lebar. Di tengah perkembangan positif tersebut, Swiss menawarkan kota Jenewa sebagai lokasi penandatanganan perjanjian yang berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan kedua negara.
Langkah tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis, melakukan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Dalam percakapan itu, kedua pihak membahas perkembangan diplomatik terbaru serta menyambut kemajuan signifikan dalam upaya mencapai kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026), Pemerintah Swiss menyatakan terus menjaga komunikasi intensif dengan kedua negara dan berperan aktif dalam mendukung proses diplomasi yang sedang berlangsung. Bern berharap kesepakatan yang tengah dirancang dapat memperkuat gencatan senjata sekaligus membuka jalan menuju deeskalasi konflik.
Baca Juga : AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Buka Selat Hormuz, Gencatan Senjata Diperpanjang 60 Hari
"Swiss sepenuhnya terlibat. Kami menjalin kontak erat dengan Amerika Serikat dan Iran," kata Kementerian Luar Negeri Swiss.
Sebagai bagian dari dukungannya, Swiss secara resmi mengusulkan Jenewa sebagai lokasi potensial untuk penandatanganan dokumen perdamaian apabila seluruh pihak menyepakati langkah tersebut.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa persiapan diplomatik terus dilakukan. Bahkan, beberapa pesawat angkut militer Amerika Serikat dilaporkan telah diterbangkan ke Eropa untuk mendukung kemungkinan kunjungan pejabat tinggi AS ke Jenewa apabila penandatanganan kesepakatan benar-benar terlaksana.
Baca Juga : Jalan Tengah Itu JCPOA 2015
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kemajuan besar dalam perundingan. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa kesepakatan dapat ditandatangani dalam waktu dekat.
Pernyataan serupa juga datang dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menyebut kedua pihak telah menyetujui draf akhir perjanjian. Saat ini, proses penyelesaian tahap akhir dan langkah-langkah teknis menuju penandatanganan disebut tengah difinalisasi.
Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi salah satu pencapaian diplomatik paling penting dalam hubungan AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir serta membawa harapan baru bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
(Dra/nusantaraterkini.co)
