Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Sarjo Marto Irono (67), salah satu jemaah haji kloter pertama asal OKU Timur mengenang kembali suasana spiritual yang penuh haru di mana seluruh jemaah menangis, karena merasa memiliki banyak dosa saat melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Hal itu ia sampaikan setibanya di Debarkasi Palembang bersama 442 jemaah dan petugas lainnya pada, Selasa (2/6/2026).
Pria yang berangkat ke tanah suci bersama sang istri tersebut mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa, karena telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan aman.
Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel
"Alhamdulillah, bersyukur sekali. Luar biasa rasanya, karena telah bisa melaksanakan ibadah haji. Insya Allah menjadi haji yang mabrur," ujar Sarjo saat diwawancarai langsung.
Sarjo mengisahkan pengalaman paling emosional dan mendalam selama berada di tanah suci, yakni ketika seluruh umat Muslim berkumpul di puncak ibadah haji.
"Perasaan saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci luar biasa. Terlebih ketika wukuf di Padang Arafah," katanya.
Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel
Ia menggambarkan bagaimana keharuan massal menyelimuti para jemaah yang bersimpuh pasrah untuk mengagungkan kebesaran Sang Pencipta, sembari mengingat kekhilafan masing-masing.
"Semua orang menangis, tidak ada yang tidak menangis karena merasa terharu dan merasa banyak dosa. Sehingga memohon ampun kepada Allah Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman," ungkapnya dengan nada bergetar.
Mengenai kondisi lingkungan di Arab Saudi, Sarjo menceritakanm cuaca ekstrem berupa panas yang menyengat menjadi tantangan tersendiri bagi kekuatan fisik rombongan.
Baca Juga : Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji, Menag: Luruskan Niat dan Jaga Kesehatan
"Kalau soal panas, memang panasnya luar biasa. Tetapi demi melaksanakan ibadah, tetap kami jalani dengan sungguh-sungguh. Semoga kami menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelum berangkat haji," tuturnya.
Di samping membagikan pengalaman spiritualnya, ia juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh panitia kepengurusan ibadah haji.
Selain itu, ia berharap agar capaian positif dalam penyelenggaraan operasional haji musim ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang.
"Untuk pelaksanaan haji tahun ini saya merasa sudah sangat baik. Namun mungkin untuk tahun depan dapat ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baik dan lebih lancar. Insya Allah," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
