Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tipu Warga Tanggamus dengan Modus Gadai Mobil, IRT Residivis Kasus Penipuan Ditangkap Polisi

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ibu rumah tangga yang diamankan Polisi. | Foto: Dok Humas Polres Pringsewu

nusantaraterkini.co, LAMPUNG - Seorang ibu rumah tangga berinisial HH (47) warga Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung ditangkap Polisi.

Dia ditangkap Polisi di Sukarame pada Selasa (17/9(2024) malam lantaran terlibat kasus penipuan dan penggelapan dengan modus gadaikan mobil.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Irfan Romadhon mengatakan pelaku diamankan lantaran melakukan penipuan terhadap Haris warga Kabupaten Tanggamus.

Baca Juga : Tulis "GAZA14" di Bendera Merah Putih, 3 Pelajar SMP Ditangkap: Terancam 5 Tahun Bui

"Kasus penipuan ini terjadi pada Sabtu 9 Desember 2024 sekitar pukul 17.00 WIB di halaman Indomart Pekon Bulokarto, Gadingrejo, Pringsewu," pungkasnya.

Irfan menjelaskan modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara menggadaikan mobil minibus kepada korban dengan harga Rp35 juta.

"Pelaku berjanji akan mengambil kembali mobil dalam waktu kurang dari sebulan. Setelah waktu yang ditentukan tiba, pelaku bersama seorang pria lain mendatangi korban, namun bukanya mengembalikan uang gadai milik korban, pelaku justru mengambil mobil yang digadaikan dengan alasan bahwa mobil tersebut bukan miliknya," ucapnya.

Baca Juga : Terungkap, Sebelum Kabur Pelaku Pembunuh Lansia di Medan Sempat Berikan Hp ke Penarik Betor

Lanjut Irfan, pelaku kemudian kembali berjanji kepada korban akan mengembalikan uang milik korban sebulan kemudian.

"Setelah waktu yang dijanjikan tiba, pelaku tidak juga mengembalikan uang milik korban dan saat dihubungi pelaku sudah tidak merespon," ungkapnya dikutip kumparan.

Lantaran merasa tertipu, korban langsung melaporkan kepada pihak kepolisian guna ditindaklanjuti.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku menyandang status residivis dalam kasus pemalsuan dokumen, ia mengaku nekat kembali melakukan aksi kejahatan karena terdesak kebutuhan membayar hutang," ujarnya.

"Uang hasil menipu tersebut sebagian dihabiskan untuk membayar hutang dan sebagian lagi habis digunakan untuk membeli kebutuhan hidupnya sehari-hari," lanjutnya.

Atas perbuatanya, pelaku berikut barang bukti sejumlah identitas ganda telah dibawa ke mapolres Pringsewu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelelan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).