Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tito Karnavian: Pascabencana Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen, Pemerintah Siapkan Rp100,1 Triliun

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mendagri Tito Karnavian gelar konfrensi pers usai Rapat Koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Satgas PRR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan penanganan pascabencana di tiga provinsi di Sumatera kini memasuki tahap pemulihan permanen melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon).

Hal itu disampaikan Tito usai menghadiri rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Tito memaparkan perkembangan penanganan pascabencana sekaligus rencana percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi melalui penyusunan Rencana Induk (Renduk) di wilayah terdampak.

Baca Juga : Sempat Dipotong, Tiga Daerah Bencana Sumatera Terima Pengembalian Dana Transfer

“Kami melaporkan perkembangan situasi terkini serta langkah ke depan, terutama terkait persetujuan rencana induk percepatan rehab dan rekon pascabencana di tiga provinsi Sumatera,” ujar Tito.

Menurutnya, penanganan pascabencana dilakukan melalui tiga tahapan, yakni tanggap darurat, masa transisi, dan pemulihan permanen. Saat ini, pemerintah mulai memasuki fase rehab rekon setelah tahap tanggap darurat dan transisi dinilai berjalan cukup baik.

Tito menyebut pelayanan pemerintahan di daerah terdampak kini berangsur normal. Aktivitas pemerintahan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa kembali berjalan meski sebagian warga masih menempati hunian sementara (huntara) maupun memanfaatkan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Baca Juga : Pembangunan Huntap Pascabencana di Sumatera Dikebut, Pemerintah Prioritaskan Korban Rumah Rusak Berat

Selain itu, layanan dasar seperti listrik, SPBU, jaringan internet, rumah sakit hingga Puskesmas juga sudah kembali beroperasi. Kendala yang masih dihadapi pemerintah terutama berada di sejumlah desa terisolasi akibat akses jalan terdampak longsor.

Ia menambahkan, konektivitas jalan dan jembatan nasional secara umum telah kembali terhubung, meski beberapa titik masih menggunakan jembatan darurat seperti bailey dan jembatan gantung.

Di sektor pendidikan, mayoritas sekolah terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dari total 4.922 sekolah terdampak, sekitar 3.800 sekolah sudah kembali digunakan setelah dilakukan perbaikan.

Baca Juga : Mendagri Soroti 16 Daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang Masih Butuh Penanganan Serius Pascabencana

Sementara itu, sejumlah sekolah yang berada di zona merah masih membutuhkan relokasi maupun ruang belajar darurat.

“Sekarang kita memasuki proses menuju pemulihan permanen yang disebut rehab rekon,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah menyusun Renduk yang memuat 11.512 program dan kegiatan dari pemerintah daerah hingga kementerian/lembaga. Program itu akan dilaksanakan selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.

Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian: Posko Terpadu Jadi Sumber Utama Informasi Pascabencana Sumatera

Prioritas pelaksanaan pada 2026 difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sungai, sekolah serta hunian tetap (huntap). Pemerintah menargetkan pembangunan huntap dapat rampung paling lambat 2027 agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di huntara.

Tito mengungkapkan total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah disetujui pemerintah mencapai Rp100,166 triliun untuk tiga tahun pelaksanaan.

“Total anggaran yang sudah kami usulkan dan disetujui pemerintah mencapai Rp100,166 triliun selama tiga tahun,” ungkapnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta sejumlah menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih.

(Dra/nusantaraterkini.co)