Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral Soal Persalinan Istrinya, Rinto Aritonang Berharap Akses Jalan Diperbaiki

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rinto Aritonang, suami Tuti Daulay saat diwawancarai (foto : rizal oloan nasution/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coTAPANULI SELATAN - Rinto Aritonang, suami Tuti Daulay yang viral ditandu warga hendak melahirkan sejauh 30 kilometer akhirnya buka suara atas kejadian yang dialaminya. Rinto dan Tuti merupakan pasangan suami istri dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan.

Tuti terpaksa ditandu warga ramai-ramai saat hendak melahirkan sejauh 30 kilometer menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok, Sabtu (9/5/2026) kemarin.

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan MoU Pasang Baru dan Perubahan Daya dengan Total Kapasitas 2,77 MVA

Rinto dalam penjelasannya menyebut, bahwa sang istri ditandu warga karena persalinan tidak bisa dilakukan di Dusun Aek Nabara.

Baca Juga : Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serahkan Bantuan Air Bersih di Tapanuli

"Istri mau melahirkan di kampung. Soalnya kandungan yang di dalam sudah nggak ada nyawa lagi. Gak bisa ditolong lagi di kampung," ujarnya saat diwawancarai di rumah saudarnya di Sipirok, Selasa (12/5/2026) 

Dari pengakuan Rinto terungkap fakta yang memilukan soal kondisi bayi di dalam kandungan ternyata sudah meninggal. Mereka terpaksa berjalan kaki sambil menandu Tuti Daulay selama enam jam untuk bisa sampai ke RSUD Sipirok.

"Bawanya ke sini (Sipirok) harus ditandu, nggak bisa naik kereta (motor). Kami berjalan kaki selama enam jam," ujarnya.

Dari penjelasan dokter di RSUD Sipirok, lanjut Rinto, terungkap penyebab kematian bayi di dalam kandungan istri keterlambatan penanganan medisnya terlambat. 

Atas kejadian ini, agar adanya perbaikan jalan di Dusun Aek Nabara, sehingga kejadian seperti yang dialaminya tidak terulang lagi.

"Kalau bisa jalan itu yang diperbaiki agar lancar perjalanan. Kalau gak bisa masuk mobil, yang penting roda dua lancar. Kami di sana pun tak ada listrik, cuma memakai tenaga surya," ujarnya.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan mengungkapkan sebetulnya Pemkab sudah mengajukan TMMD pada tahun 2025 untuk dibuka jalan ke sana. Dikarenakan Desa Dalihan Natulo berada di Hutan Lindung bahkan dan situasi di sana pun sangat berat, belum terlaksana.

"Kami tidak punya kewenangan di sana. Kami pernah mengajukan izin, tapi tidak disetujui Kementeriam Kehutanan, sehingga kemudian program itu belum terlaksana," ungkapnya.

(Ron/Nusantaraterkini.co)