Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wamenaker: Serikat Pekerja PLN Harus Jadi Mitra Strategis Manajemen

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wamenaker Afriansyah melantik Pengurus DPD dan DPC Serikat Pekerja PT PLN (Persero) se- Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (10/6/2026).(foto: kemnaker)

Nusantaraterkini.coPONTIANAK— Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan, Serikat Pekerja PT PLN (Persero) harus mampu berperan sebagai mitra strategis manajemen dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan transisi energi yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Afriansyah saat melantik Pengurus DPD dan DPC Serikat Pekerja PT PLN (Persero) se- Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga : Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, Tapi Juga Kompetensi

Menurutnya, hubungan industrial modern menuntut pekerja dan pengusaha untuk membangun kemitraan yang kuat demi menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan kesejahteraan pekerja.

Baca Juga : Wamenaker: Mahasiswa Harus Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi untuk Hadapi Dunia Kerja

"Dalam hubungan industrial modern, pekerja dan pengusaha bukanlah pihak yang saling berhadapan. Keduanya adalah mitra yang memiliki tujuan bersama, yaitu menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kesejahteraan pekerja," ujar Afriansyah.

Sebagai perusahaan yang memegang peran penting dalam sektor energi nasional, lanjut Afriansyah, PLN dituntut terus berinovasi melalui digitalisasi layanan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Karena itu, serikat pekerja perlu bersikap adaptif dan tidak lagi memosisikan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan manajemen.

Baca Juga : Serikat Pekerja PLN IP Labuhan Angin Salurkan 400 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Tapteng-Sibolga

Ia menambahkan, serikat pekerja masa kini perlu menjadi mitra dialog stra tegis yang memahami tantangan bisnis serta arah pengembangan perusahaan secara mendalam.

"Segala perbedaan pandangan yang muncul di lapangan harus diselesaikan melalui prinsip dialog sosial, komunikasi terbuka, musyawarah konstruktif, dan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku," katanya.

Afriansyah juga optimistis PLN memiliki modal yang kuat untuk terus membangun hubungan industrial yang sehat. Modal tersebut antara lain SDM yang kompeten, organisasi pekerja yang aktif, serta jajaran manajemen yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan perusahaan dan kesejahteraan pegawai.

Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik menjadikan organisasi serikat pekerja sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang berintegritas. Menurutnya, kepemimpinan dalam serikat pekerja bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang keteladanan, integritas, kemampuan mendengar, dan komitmen memperjuangkan kepentingan anggota secara bertanggung jawab.

"Bangunlah organisasi yang solid, profesional, dan adaptif. Perkuat komunikasi dengan anggota, tingkatkan kapasitas pengurus, jaga kemitraan yang baik dengan manajemen, serta teruslah menjadi bagian dari upaya membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)