Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Warga Tapteng di Medan Turun ke Jalan: Galang Dana untuk Korban Bencana

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anak muda asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, gelar aksi kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan longsor, Sabtu (29/11/2025)  (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co,MEDAN - Belasan anak muda asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang kini tinggal di Medan menggelar aksi solidaritas untuk penggalangan dana. Aksi tersebut dilakukan  di beberapa persimpangan lampu merah sekitar Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (29/11/2025) malam.

Mereka terlihat membawa kardus donasi bertuliskan Peduli Sesama. Sebagian lainnya memainkan gitar dan menyanyikan banyak lagu. Sementara lainnya berjalan menyusuri antrean kendaraan yang berhenti saat lampu merah.

Baca Juga : Jalan Lintas Tarutung-Tapteng Masih Tertutup, Alat Berat Terus Lakukan Pembersihan Material 

Sesekali pengendara menurunkan kaca jendela untuk memasukkan uang, sementara yang lain hanya mengangguk memberi dukungan.

Rahman Sulaiman, tersenyum ramah menghampiri para pengendara. Dia menunjukkan kertas yang berisi tentang kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

“Banyak dari kami belum tahu kondisi keluarga. Sinyal putus sudah lima hari. Tapi diam saja rasanya tidak mungkin. Kalau nggak bisa bantu di kampung, setidaknya kami bisa bantu dari sini,” kata Rahman saat ditemui Nusantaraterkini.co.

Rahman mengatakan, mereka tergabung dalam komunitas Mahasiswa Peduli Kampung Tapanuli Tengah atau MASIPEKA. Aksi di Jalan Gatot Subroto, berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.50 WIB.

Kemudian, aksi di lanjutkan di persimpangan lampu merah kawasan Kesawan. Mereka kembali menbentangkan spanduk dan menyanyikan lagu-lagu genre reggae.

Baca Juga : Update Taput, Hari ke-5, Enam Jenazah Berhasil Ditemukan 

"Rencananya kami akan bawa langsung bantuan ini. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh yang membantu," tutur Sulaiman, peserta kegiatan

Bukan hanya warga Tapteng saja yang bergerak. Dua orang seniman sekaligus musisi Kota Medan menjadi warna tersendiri dari gerakan mereka. Ibel dan Husnul, menyebutkan jika bencana yang terjadi di Sumut, khususnya di Tapteng-Sibolga adalah bencana semua manusia.

"Saya adalah manusia. Oleh karena itu saya berada di aksi ini," kata Ibel.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)