Nusantaraterkini.co, MEDAN - Henti jantung merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Data dari Perkumpulan Kardiologis Indonesia menyebutkan kasus henti jantung di Indonesia mencapai sekitar 10 dari 100 ribu orang berusia di bawah 35 tahun. Secara keseluruhan, diperkirakan terdapat 300 ribu hingga 350 ribu kasus henti jantung setiap tahunnya di Indonesia.
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko henti jantung adalah stres, baik stres emosional maupun fisik. Meski sering dianggap sepele, stres berkepanjangan ternyata dapat memengaruhi kesehatan jantung secara serius.
Baca Juga : Waspada Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026, Mengapa Kita Malas Kembali Bekerja?
Bagaimana Stres Bisa Memicu Henti Jantung?
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Berikut beberapa dampak stres terhadap kesehatan jantung:
Baca Juga : Bukan Sekadar Pintar, DWP Sumut Komitmen Cetak Generasi Muda yang Sehat Mental
1. Tekanan Darah Meningkat
Hormon stres dapat menyebabkan tekanan darah naik dan membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya.
2. Gangguan Irama Jantung
Baca Juga : IPDN Tegaskan Tak Ada Kekerasan di Balik Kematian Calon Praja Maulana Izzat: Korban Sempat Mengeluh Lemas
Stres juga dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung sehingga memicu aritmia atau detak jantung tidak beraturan.
3. Penyempitan Pembuluh Darah
Saat tubuh berada dalam kondisi “fight or flight”, pembuluh darah bisa menyempit dan detak jantung meningkat. Kondisi ini dapat memicu serangan jantung hingga berujung pada henti jantung mendadak.
Baca Juga : Calon Praja IPDN Asal Maluku Utara Meninggal Usai Apel Malam
4. Peradangan pada Pembuluh Darah
Stres kronis dapat menyebabkan peradangan yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
5. Memicu Pembekuan Darah
Baca Juga : Pemicu Henti Jantung, Penyebab, Faktor, dan Gejala yang Harus Diwaspadai
Stres berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berbahaya bagi kesehatan jantung.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan saat mengalami stres berkepanjangan antara lain:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada sebelah kiri
- Pusing
- Sesak napas
- Detak jantung berdebar atau tidak teratur
- Tubuh mudah lelah tanpa sebab jelas
Sementara pada kondisi henti jantung, penderita biasanya akan tiba-tiba pingsan dan denyut nadinya melemah atau berhenti.
Cara Mencegah Henti Jantung Akibat Stres
1. Kelola Stres dengan Baik
Luangkan waktu untuk relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan agar pikiran lebih tenang.
2. Terapkan Pola Hidup Sehat
Perbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung.
3. Hindari Rokok dan Alkohol
Kandungan nikotin dan alkohol dapat memperburuk kondisi pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung.
4. Luangkan Waktu Bersama Keluarga
Dukungan sosial dari keluarga dan kerabat dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga kesehatan mental.
5. Rutin Periksa Kesehatan
Bagi yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan.
Tidak semua orang yang mengalami stres akan terkena gangguan jantung. Namun, stres berkepanjangan tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Jika mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar saat stres, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
(Dra/nusantaraterkini.co).
