Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Banjir melanda 19 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (7/7/2024), pukul 04.00 Wita. Akibat peristiwa itu, satu rumah hanyut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak bencana. Di samping itu, BPBD belum menginformasikan adanya korban jiwa pascabanjir.
Baca Juga : Tapteng Belum Pulih, Korban Bencana Alam Tetap Kibarkan Merah Putih Meski tak Dapat Bantuan
"Tidak ada warga yang mengungsi akibat bencana ini. Kondisi mutakhir hingga pukul 08.00 pagi tadi, listrik masih dilaporkan padam dan jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih," ungkapnya.
Baca Juga : BPBD Catat 90 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2026
Muhari menjelaskan, kejadian ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah kabupaten. Derassnya hujan menyebabkan debit air Sungai di Kecamatan Posigadan dan Tomini meluap.
"Desa terdampak di Kecamatan Posigadan berjumlah 16 desa, sedangkan di Tomini sebanyak 3 des," jelasnya.
Baca Juga : Polsek Jayaloka Ajak Warga Desa Purwodadi Perbaiki Tanggul Jembatan yang Rusak
Sementara itu, insiden tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Tomini, tepatnya di Desa jaya. Terdapat tiga titik longsoran di desa itu.
Baca Juga : Sa’i Rangkuti Optimis Perkara Kasus Perambahan Hutan Sibolangit Berlanjut
Menyikapi bencana hidrometeorologi basah, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat sejak Juni 2024 lalu. Status ini masih berlangsung hingga Selasa depan (9/7/2024).
Terpisah, bencana banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu pagi (7/7/2024), pukul 05.30 Wita. Hujan yang turun sejak Sabtu sore menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan.
Baca Juga : China-Korea Punya Ribuan Bendungan, Jokowi: Indonesia Kekurangan
Lokasi terdampak banjir yaitu di Kecamatan Bua Ponrang, Larompong, Ponrang Selatan, Suli Barat dan Suli. Total wilayah terdampak berjumlah 7 desa atau kelurahan.
"Selain banjir, tanah longsor juga menyasar pada satu desa, yaitu Desa Bolu di Kecamatan Bastem," terangnya.
Bencana ini berdampak pada 500 KK. Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor. Sedangkan dampak material tercatat 500 rumah warga dan akses jalan desa yang tertutup material longsor.
(zie/Nusantaraterkini.co)
