Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap berkibar didepan rumah yang ditempati keluarga P. Sinaga (36) dan Istri Boru Tambunan, Kelurahan Bona Lumban, lorong 3 Pasir Bidang, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meskipun hingga hari ini belum mendapatkan bantuan pasca bencana banjir dan tanah longsor 25 November 2025 lalu.
Dikonfirmasi media Nusantaraterkini.co pada P. Sinaga alasan ia mengibarkan bendera RI saat ini, disebabkan Perayaan Kemerdekaan masih 2 bulan lagi.
Baca Juga : BPBD Catat 90 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2026
"Nggak ada alasan pak, saya masih warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya, Rabu (10/06/2026).
Baca Juga : Galian Tanah Urug CV Napogos Berkarya Jaya, Merupakan Zona Aman Bencana di Tapteng
Pernyataan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap NKRI, walaupun hingga hari ini bantuan seperti, Jaminan Hidup (Jadup), Bantuan pengganti perabot, Bantuan Stimulan ekonomi dan Bantuan rumah rusak belum juga ia terima.
Ia dan beberapa keluarga masih bertahan di lorong tersebut dan enggan pindah meskipun bila hujan deras terkadang masih terjadi banjir.
Baca Juga : Ketua DPRD Tegur Masinton Pasaribu Saat Beri Sambutan Dalam Rapat Paripurna Penyampaian Keputusan LKPJ 2025
"Lokasi ini masih terjadi banjir apabila hujan deras, entah sampai kapan Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat menangani permasalahan ini," ujarnya.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Rumah yang ditempati P. Sinaga merupakan rumah sementara ia pinjam, setelah rumahnya pada banjir susulan kedua porak poranda diterjang banjir.
Jarak rumah miliknya tidak jauh dari rumah yang ia pinjam sekarang, sekitar 15 meter.
Baca Juga : Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ikegal ke Malaysia, 5 Orang Ditetapkan Tersangka
Kelurahan Bona Lumban merupakan wilayah terparah dampak banjir, karena berada dalam lokasi pinggiran Sungai, banyak rumah penduduk tertimbun lumpur, sekolah rusak, rumah ibadah dan jembatan rusak yang butuh perbaikan.
Warga berharap agar penanganan pascabencana dapat dipercepat jangan memperlambat, karena yang jadi korban saat ini adalah masyarakat yang terkena bencana.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
