Nusantaraterkini.co, TERNATE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Laut Maluku pada Kamis (2/4/2026) menimbulkan kerusakan luas di Kota Ternate. Ratusan bangunan dilaporkan terdampak, mayoritas merupakan rumah warga.
Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa total 233 bangunan mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 unit merupakan rumah warga.
“Untuk rumah warga, yang mengalami kerusakan berat ada 104 unit, rusak sedang 58 unit, dan rusak ringan 61 unit,” ujar Rizal, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga : Gempa M 7,8 Guncang Filipina, Lima Orang Tewas dan Sejumlah Bangunan Runtuh
Tak hanya hunian, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Satu kantor pemerintahan dan satu bangunan sekolah di Kelurahan Mayau dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa rumah ibadah turut terdampak di sejumlah wilayah.
“Di Kelurahan Lelewi terdapat dua gereja rusak berat dan satu rusak ringan. Sementara di Kelurahan Bido ada dua bangunan rusak berat. Di Mayau juga tercatat dua rusak berat dan satu rusak sedang,” jelasnya.
Dampak gempa juga memaksa ribuan warga mengungsi. Tercatat sebanyak 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga kini berada di lokasi pengungsian yang tersebar di 29 titik.
Rizal menjelaskan, jumlah pengungsi terus bertambah sejak hari pertama kejadian. Awalnya hanya dua kelurahan yang terdata, namun setelah pendataan lanjutan, jumlahnya meningkat signifikan termasuk dari wilayah Tifure.
“Di awal ada sekitar 700 orang, lalu bertambah hingga lebih dari 1.000, dan kini totalnya hampir 2.000 jiwa yang bertahan di pengungsian,” katanya.
Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 2 April 2026. Sejumlah bantuan darurat telah disalurkan kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut meliputi tenda pengungsian, makanan siap saji, serta kebutuhan khusus untuk bayi dan anak-anak. Distribusi logistik dilakukan menggunakan kapal milik Basarnas dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju wilayah terdampak seperti Pulau Tifure dan Pulau Mayau.
(Dra/nusantaraterkini.co)
