Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima audiensi silaturahmi, sekaligus pamit tugas Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin yang berpindah tugas ke Provinsi Banten pada, Senin (8/6/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mengapresiasi kinerja profesional dan capaian jaminan sosial lembaga tersebut dalam melindungi sekitar 4 juta pekerja formal maupun informal di wilayah Sumatra Selatan.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Siapkan Seleksi Terbuka Guru SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi
“Bekerja seperti bapak-bapak sekalian ini memang membutuhkan kepercayaan. Saya berterima kasih karena selama berada di Sumsel, banyak apresiasi dari masyarakat yang diterima BPJS Ketenagakerjaan. Ini menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik,” ujar Deru.
Baca Juga : Herman Deru Targetkan SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi jadi Sekolah Unggulan di Sumsel
Ia menilai, BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu instansi yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan memberikan kontribusi nyata dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
“BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu instansi yang tidak memusingkan negara karena kinerjanya yang profesional, meskipun tantangan yang dihadapi tidak sedikit. Saya berharap pengganti nanti dapat melanjutkan, bahkan meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan dalam bekerja,” katanya.
Baca Juga : Cegah Kemiskinan Baru di Sumut Melalui UCJ BPJS Ketenagakerjaan
Dalam hal ini, Deru juga menyampaikan ucapan selamat kepada Muhyidin yang akan mengemban tugas baru di Provinsi Banten dan berharap pengalaman selama bertugas di Sumsel dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih baik di tempat yang baru.
Baca Juga : Menaker Tegaskan Pentingnya Pelindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah
“Semoga di tempat yang baru kariernya semakin menjulang. Insyaallah, setiap pejabat yang pernah bertugas di Palembang atau Sumsel akan semakin baik pada penugasan berikutnya dan kariernya terus berkembang,”.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin menyampaikan, dirinya akan mengakhiri masa tugas di Sumsel dan mendapat amanah baru untuk bertugas di Tangerang, Provinsi Banten.
Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel
Posisinya akan digantikan oleh Kuncoro Budi Winarno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
“Kedatangan kami selain untuk bersilaturahmi, juga untuk melaporkan sekaligus menyelesaikan tugas di Sumsel sebelum berpindah ke Tangerang, Banten. Kami ingin menyampaikan capaian dan perkembangan program perlindungan pekerja di Sumsel,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel telah mencapai sekitar 4 juta pekerja, baik dari sektor formal maupun informal.
Namun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama para pemangku kepentingan guna meningkatkan kepesertaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Ke depan, kami berharap kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Fokus kami adalah meningkatkan sosialisasi hingga ke tingkat RT dan RW, termasuk menjangkau pekerja di pasar tradisional maupun pasar modern agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan salah satu program yang menjadi perhatian selama dirinya bertugas di Sumsel, yakni soal perlindungan bagi pekerja yang mengalami risiko kerja maupun meninggal dunia.
Di mana, melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, ribuan ahli waris pekerja telah menerima manfaat klaim yang sangat membantu keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Perlindungan kepada pekerja yang meninggal dunia menjadi salah satu inisiasi yang kami dorong selama bertugas di Sumsel. Tercatat sekitar dua ribu pekerja yang meninggal dunia telah mendapatkan manfaat perlindungan melalui pembayaran klaim yang nilainya mencapai miliaran rupiah,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
