Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Sapi berjenis Simental dengan bobot 1,18 ton bernama Arjuna milik peternak asal Sukarami Palembang, Yunita Sari, terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026 atau 1447 Hijriah setelah dibeli pihak istana seharga Rp130 juta.
Hewan kurban terbesar di Sumatra Selatan yang dipelihara sejak tiga tahun lalu di kandang Jalan Ponorogo, Kelurahan Sukajaya tersebut, kini dalam kondisi prima dan rencananya akan diserahkan H-1 Idul Adha untuk disembelih di Masjid Agung Palembang atau Masjid Taqwa Palembang.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
"Saya tidak menyangka kalau sapi saya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo," ujar Yunita, Senin (18/5/2026).
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
Yunita mengaku merasa sangat bahagia, terharu, sekaligus bangga karena hewan peliharaannya dalam kondisi sehat dan berbobot besar.
Memelihara hewan secara tulus hingga akhirnya terpilih sebagai hewan kurban kepresidenan mendatangkan kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi dirinya sebagai seorang peternak.
Baca Juga : Arjuna, Sapi Kurban Presiden Prabowo Dipotong Pertama di Masjid Taqwa Palembang
"Yang dipilih jenis Simental, namanya Arjuna. Beratnya 1,18 ton. Pihak istana beli seharga Rp130 juta," katanya.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Akan Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H di Griya Agung
Dirinya sempat kaget dan tidak mengira bila sapi peliharaannya memenuhi standar hewan kurban kepresidenan. Ketika tim dari istana dan pemerintah berkunjung untuk mengecek langsung ke lokasi peternakan, Yunita merasa sangat senang sekaligus terkejut.
"Waktu tim pemerintah datang mengecek, kebetulan kami memang memiliki sapi dengan bobot lebiu dari setonx hingga akhirnya terpilih," imbuhnya.
Selama membesarkan Arjuna sejak tiga tahun ke belakang, dirinya selalu memberikan pakan sehat dengan kandungan konsumsi yang berkualitas. Ia mengungkapkan jika menjaga kebersihan area kandang juga menjadi faktor penting dilakukan secara konsisten untuk mempertahankan kondisi bobot tubuh sapinya.
"Saya jaga pola makan, kebersihan kandang, dan rutin kasih vitamin supaya kondisi Arjuna tetap prima," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan jika sepanjang masa pemeliharaan, kondisi fisik Arjuna dinilai sangat unik dan berbeda dari sapi-sapi pada umumnya. Sapi jenis Simental berukuran raksasa ini rupanya sangat menyukai air dan rutin dimandikan olehnya setiap hari.
“Kalau dibandingkan dengan sapi lain yang tidak terlalu suka air, Arjuna justru senang dimandikan. Itu yang membuat kondisi tubuhnya tetap sehat dan terawat,” jelasnya.
Selain pengawasan mandiri, tim kesehatan hewan dari Dinas Peternakan juga turun tangan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap Arjuna. Proses pengecekan medis dan kondisi fisik sapi dilakukan secara rutin hingga tiga kali dalam kurun waktu sepekan.
Ia menyebut jika ukuran tubuh yang besar, serta kondisi kesehatan yang prima menjadikan Arjuna sebagai salah satu hewan kurban terbesar di wilayah Sumatra Selatan tahun ini. Momentum Lebaran kali ini pun dirasakannya menjadi sangat spesial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini pertama kalinya sapi dari peternakan kami dipercaya menjadi hewan kurban orang nomor satu di Indonesia," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
