Nusantaraterkini.co, DELISERDANG – Posko layanan terpadu angkutan Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Internasional Kualanamu resmi ditutup setelah beroperasi sejak 13 hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, tercatat lonjakan aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang.
Pengelola bandara, PT Angkasa Pura Aviasi, melaporkan tren pertumbuhan positif dibandingkan musim mudik tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Director of Operation & Service, Dedi Sri Cahyono, menyebut jumlah penerbangan meningkat sekitar 4 persen menjadi 2.801 pergerakan pesawat.
Baca Juga : Penerbangan Delay, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 2 Medan ke Tanah Air Tertunda
Sementara itu, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen, dengan total mencapai 420.285 orang. Untuk angkutan kargo, volume tercatat menyentuh angka 2.093 ton selama masa angkutan Lebaran.
“Data menunjukkan adanya peningkatan baik dari sisi penerbangan maupun jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu,” ujar Dedi, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total 173 penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan. Pada hari tersebut, jumlah penumpang mencapai 27.034 orang.
Baca Juga : Imigrasi Medan Gagalkan Keberangkatan 13 Calon Haji Non-prosedural di Bandara Kualanamu
Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 29 Maret 2026, dengan 174 pergerakan pesawat dan total penumpang sebanyak 28.964 orang.
Di sisi lain, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Asri Santosa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Ia menilai koordinasi seluruh stakeholder di lingkungan bandara berjalan efektif sehingga operasional selama periode Lebaran berlangsung aman dan tertib.
Baca Juga : Jadi Nadi Ekonomi Asahan: Stasiun Kisaran Pecahkan Rekor Layani 54 Ribu Penumpang
(Dra/nusantaraterkini.co).
