Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

AS Tetapkan Darurat Kelistrikan, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pasokan Listrik Pantai Timur

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
AS Tetapkan Darurat Kelistrikan, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pasokan Listrik Pantai Timur. (Foto: ilustrasi AI)

Nusantaraterkini.co, AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat menetapkan status darurat kelistrikan di sejumlah wilayah tenggara menyusul gelombang panas ekstrem yang diperkirakan meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Langkah tersebut diumumkan pemerintahan Presiden Donald Trump guna menjaga keandalan pasokan energi dan mencegah potensi pemadaman listrik.

Departemen Energi AS pada Kamis (11/6/2026) mengeluarkan perintah darurat yang memberikan izin kepada Duke Energy untuk mengoperasikan pembangkit listrik pada kapasitas maksimal. Perusahaan juga diperbolehkan melampaui batas emisi tertentu untuk sementara waktu demi memenuhi kebutuhan listrik yang melonjak di North Carolina dan South Carolina.

Kebijakan tersebut berlaku hingga Jumat (12/6/2026) malam dan ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan beban listrik akibat suhu udara yang sangat tinggi di kawasan tersebut.

Baca Juga : Kunjungan Polda Sumut ke Royal Canadian Mounted Police: Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Polisi Dalam Kelola Pariwisata

Dalam keterangannya, Departemen Energi AS menyebut perintah darurat diperlukan guna mengurangi risiko terjadinya pemadaman listrik saat permintaan energi mencapai level yang tidak biasa di tengah cuaca panas ekstrem.

Duke Energy sebelumnya mengajukan permohonan penerapan status darurat setelah memperkirakan konsumsi listrik akan meningkat tajam. Suhu di beberapa wilayah Carolina diprediksi menembus 101 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celsius, sementara kawasan tersebut juga sedang menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan.

Perusahaan listrik itu mengaku khawatir kapasitas pembangkitan yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena adanya berbagai keterbatasan operasional, termasuk aturan lingkungan yang berlaku.

Baca Juga : Serangan Bom Masjid di Homs Suriah Picu Duka dan Kekhawatiran soal Konflik Sektarian

Sementara itu, Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan gelombang panas akan meluas dari South Carolina hingga Maine. Kondisi tersebut berpotensi memberi tekanan besar terhadap jaringan listrik di sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat.

Dampak cuaca ekstrem juga terlihat dari lonjakan harga listrik real-time di wilayah yang dikelola PJM Interconnection, operator jaringan yang melayani Distrik Columbia dan 13 negara bagian. Harga listrik sempat melampaui USD 1.300 per megawatt-jam pada Kamis malam akibat tingginya permintaan dan kelembapan udara.

Operator jaringan listrik New York (NYISO) menyatakan tengah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk mengendalikan konsumsi energi. Sementara itu, operator jaringan New England menetapkan status kondisi tidak normal ketika indeks panas mendekati 100 derajat Fahrenheit di sejumlah wilayah.

Baca Juga : Tiba di Malaysia, Prabowo akan Temui PM Anwar Ibrahim

(Dra/nusantaraterkini.co)