Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cegah Penularan TBC, Dinkes Medan Skrining 200 Warga Helvetia

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Skrining TBC di puskesmas Helvetia. (Foto: Pemko Medan)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebagai langkah pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di masyarakat, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan secara rutin melakukan skrining TBC.

Skrining TBC kali ini dipusatkan di UPT Puskesmas Helvetia ini memiliki sasaran pemeriksaan sebanyak 200 orang, Sabtu (27/6/2024).

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Terlihat antusias masyarakat cukup tinggi mengikuti skrining TBC yang diadakan secara gratis tersebut. Sejak pagi, masyarakat sudah mengantre untuk memeriksakan kesehatan dirinya.

Baca Juga : Dokter Hewan: Hantavirus Cermin Buruknya Sanitasi Lingkungan

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Medan, Pocut Fatimah Fitri meninjau langsung pelaksanaan skrining TBC tersebut.

Dia mengatakan kegiatan ini diberi nama Active Case Finding Tuberkulosis atau penemuan TBC secara aktif. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan penemuan kasus TBC agar dapat diobati dan tidak menularkan ke orang lain.

Baca Juga : Kuliner Halal Aman dan Sehat Kembali Hadir di Mesjid Raya Hingga 16 Juni

"Penyakit menular ini kalau sudah kita temukan dan obati maka menjadi awal bagi kita untuk dapat mengendalikan penyakit tersebut, sebab apabila tidak ditemukan maka akan menjadi sumber penularan di masyarakat" katanya.

Baca Juga : Survei Kepuasan Masyarakat: Layanan RSUD dr Pirngadi Medan Masuk Kategori Baik

Pocut menjelaskan, harus melalui skrining atau pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang dinilai sangat beresiko tertular penyakit TBC.

"Maka dari itu yang hari ini kita undang adalah masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC yang telah di diagnosa, apakah itu keluarganya atau orang terdekat lainya," ujar Pocut.

Baca Juga : Kasus TBC Banyuwangi Tembus 3.169, DPR Desak Skrining Massal dan Pelacakan Agresif

Selain itu, lanjut Pocut, masyarakat penderita komorbid seperti penyakit DM juga turut dilakukan pemeriksaan sebab mereka memiliki resiko tinggi tertular penyakit TBC. Tidak itu saja, Pocut juga menambahkan pasien yang memiliki penyakit yang dapat menurunkan imunitas tubuh seperti HIV AIDS juga turut diperiksa.

"Hari ini kita pastikan dia tertular penyakit TBC atau tidak, apabila pasien tersebut bergejala dapat diperiksa melalui dahak, namun apabila tidak bergejala harus diperiksa melalui rontgen, maka dari itu hari ini kita hadirkan mesin rontgen di Puskesmas Helvetia ini agar dapat maksimal memeriksa kesehatan masyarakat dan tentunya lebih dekat menjangkau masyarakat," jelasnya.

Untuk itu bagi masyarakat yang dinyatakan tertular namun tidak bergejala, nantinya tambah Pocut akan diberikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

"Kita ingin menyelesaikan masalah ini sampai dengan ke akarnya, jadi sebelum bergejala namun sudah tertular wajib harus kita berikan TPT," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)