Nusantaraterkini.co, MEDAN - Menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan memberikan vaksin campak kepada para tenaga medis dan tenaga kesehatan mereka.
Direktur RSU Haji Medan, Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan, drg Fitrady Ulianda Siregar menyebutkan, vaksin bagi tenaga medis dan kesehatan ini berlangsung selama tiga hari.
Baca Juga : Jadi Rujukan Utama, RSU Haji Medan Siaga Penuh Layani Kesehatan Calon Jemaah Haji 2026
"Vaksinasi dilaksanakan mulai tanggal 3 Juni-6 Juni 2026. Kegiatan hari ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan tahapan registrasi peserta, skrining kesehatan, pemberian vaksin, serta observasi pascaimunisasi," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga : RSU Haji Medan Borong Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026
Ulianda mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, guna memastikan seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik dan proses berjalan lancar.
"Secara keseluruhan, target vaksinasi campak di UPTD Khusus RSU Haji Medan mencapai sekitar 900 tenaga medis dan kesehatan. Sasaran ini merupakan pegawai yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil pendataan internal," ucapnya.
Baca Juga : Pakar Kesehatan: Waktu Ideal Vaksin Campak Dosis Kedua, Dua Minggu Setelah Dosis Pertama
Dia menegaskan, program ini bertujuan memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, terhadap risiko penularan campak sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelayanan kesehatan yang aman bagi petugas maupun pasien.
Baca Juga : RSUP Mohammad Hoesin Kick Off Vaksinasi Campak 100 Nakes, Sumsel Catat 1.587 Kasus
Sebelumnya, RSU Haji Medan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 100.3.4/001/UPTDK RSU. HAJI/V/2026 tentang, pemberian imunisasi campak rubela (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Hal itu disampaikan, Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasutio, M.Kes melalui surat yang diterbitkan pada, Jumat (22/5/2026) sebagai tindaklanjut SEA Kementerian Kesehatan HK.02.02/C/1837/2026 09 April 2026.
Baca Juga : Dinkes Sumut Catat 387 Suspek Campak di Awal 2026, 18 Kasus Terkonfirmasi Positif
(zie/nusantaraterkini.co)
