Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Harun Hunadi menyarankan pemberian dosis vaksin campak lanjutan dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu. Hal ini untuk memutus rantai penularan di tengah lonjakan kasus saat ini.
"Ini kan vaksin pertama, mungkin vaksin keduanya kapan? Biasanya 1-2 minggu ke depan atau 1 bulan. Ada efek samping paling sering biasanya kalau vaksinasi adalah demam, karena itu adalah respon umum untuk pasien," ujar dr Harun Hunadi, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga : RSUP Mohammad Hoesin Kick Off Vaksinasi Campak 100 Nakes, Sumsel Catat 1.587 Kasus
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat memori imunitas masyarakat yang menurun akibat rendahnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kecepatan penularan virus yang menyerupai pola penyebaran COVID-19 menuntut tindakan medis yang lebih responsif.
Baca Juga : Dinkes Sumut Catat 387 Suspek Campak di Awal 2026, 18 Kasus Terkonfirmasi Positif
“Jadi satu orang bisa menularkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan, sama seperti COVID-19. Jadi penularannya sangat cepat, karena itu memutuskan matarantai dari satu orang pasien itu sangat penting. Makanya walaupun tidak dirawat di rumah sakit, harus dirawat di rumah, jangan keluar,” imbuhnya.
Ditambahkannya, penularan campak sangat masif melalui udara dan droplet, sehingga protokol isolasi mandiri bagi pasien menjadi wajib. Menurutnya, revaksinasi menjadi solusi di tengah munculnya varian virus baru yang memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena peningkatannya yang sangat drastis dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Campak, Pemerintah Perluas Sasaran Vaksinasi hingga Kelompok Dewasa
“Penyakit ini kan menularnya biasanya dari udara, dari dropten, dari orang yang datang. Nah, itu cepat sekali,” jelasnya.
Baca Juga : Targetkan Imunisasi 95 Persen, Airin Rico Waas Dorong Kemitraan Sektor Swasta Tekan Angka Zero Dose
Senada dengan hal tersebut, Dokter Spesial Penyakit Dalam, dr Zen Ahmad menambahkan, efektivitas vaksin yang melandai serta penurunan daya tahan tubuh individu menjadi faktor utama penyebaran. Ia mengimbau masyarakat segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan kerabat dengan gejala serupa agar penegakan diagnosis bisa segera dilakukan.
"Segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan penegakan diagnosis dan pengobatan. Tingkatkan daya tahan tubuh, hindari sumber penularan bila ketemu orang-orang yang punya gejala campak, baik keluarga ataupun tetangga," imbuhnya.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan kajian mendalam untuk memastikan apakah keganasan virus menjadi penyebab utama di balik lonjakan kasus ini.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Wisata Medis, MHTC Gelar Malaysia Healthcare Expo 2026 di Medan
Masyarakat diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat dan memastikan seluruh anggota keluarga telah mendapatkan imunisasi lengkap guna menciptakan kekebalan kelompok.
“Ya jadi seperti biasa, untuk menghindari penyakit-penyakit infeksi virus harus menjaga pola hidup yang sehat. Intinya, tingkatkan daya tahan tubuh,“ ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
