Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Daging Sapi dan Ayam jadi Indikator Tepat Mengukur Pelemahan Daya Beli

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamanan Ekonomi, Gunawan Benjamin./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Keunggulan dalam memahami fenomena pelemahan daya beli masyarakat sering kali terletak pada kompleksitas indikator yang digunakan. 

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengungkapkan bahwa penurunan harga komoditas tertentu akibat deflasi tidak selalu mencerminkan pelemahan daya beli secara langsung. 

Fluktuasi harga pangan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, lebih sering dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca yang mendukung produksi pertanian.

Baca Juga : Panduan Praktis Menyimpan Daging Kurban di Chiller dan Freezer agar Awet Berbulan-bulan ​

Menurut Gunawan, keunggulan utama masalah ini adalah perlunya pendekatan yang lebih akurat dalam mengukur penurunan daya beli. 

"Komoditas seperti daging sapi dan ayam menjadi indikator yang lebih tepat karena produksinya direncanakan dengan cermat oleh peternak, sesuai dengan pola konsumsi yang diperkirakan. Ketika konsumsi meleset dari produksi, inilah awal mula pelemahan daya beli dapat terlihat," jelasnya kepada Nusantaraterkini.co, Senin (7/10/24). 

Namun, pelemahan daya beli tidak hanya bisa diukur dari pola konsumsi pangan saja. Ada banyak indikator lain yang bisa menjadi tolok ukur, seperti penurunan penjualan kendaraan bermotor, pakaian, dan barang tersier lainnya. Selain itu, dari sisi perusahaan, penurunan daya beli bisa terlihat dari penurunan utilisasi, pengurangan jam kerja, hingga peralihan status karyawan dari tetap ke kontrak.

Baca Juga : AS Hapus Tarif Resiprokal: Kopi, Teh, dan Buah Tropis Bebas Bea

Dengan deflasi yang terjadi saat ini, Gunawan memperingatkan bahwa pemerintah harus segera bertindak. 

"Fenomena penurunan penjualan kebutuhan tersier dan gejala efisiensi perusahaan yang terus meningkat, seperti PHK, menjadi bukti awal bahwa daya beli masyarakat tengah melemah. Ini adalah alarm penting yang perlu ditanggapi secara serius," pungkasnya.

(fer/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Jepang Konfirmasi Wabah Flu Burung Ketiga di Niigata, 630 Ribu Ayam Petelur Dimusnahkan