Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dinkes Catat Angka TBC di Sumsel Tembus 6.699 Kasus per Mei 2026, Palembang Terbanyak

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selaran. (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat akumulasi temuan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya, melonjak tajam hingga menembus angka 6.699 kasus per akhir Mei 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumatera Selatan, Ira Primadesa menyampaikan jika Kota Palembang memegang rekor sebagai daerah dengan sebaran kasus tertinggi di bumi Sriwijaya.

Baca Juga : Hindun: Penegakan HAP Telur Penting untuk Cegah Peternak Rugi dan Gulung Tikar

Lonjakan sebaran periodik yang dipicu oleh faktor kepadatan penduduk, serta tingginya interaksi sosial di ibu kota provinsi ini memperlihatkan tren peningkatan signifikan jika dibandingkan data pada bulan Maret lalu yang baru menyentuh angka 3.148 kasus.

Baca Juga : DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha

"Berdasarkan data olah Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 27 Mei 2026, akumulasi temuan di Sumsel kini berada di angka 6.699 kasus. Rinciannya terdiri dari 6.574 kasus TBC Sensitif Obat dan 125 kasus TBC Resistan Obat," ujar Ira, Kamis (11/6/2026).

Ira menyebut dari total temuan kasus baru yang tersebar di 17 kabupaten dan kota tersebut, performa angka riil di Kota Palembang didapati mendominasi peta grafik secara regional.

Baca Juga : Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Optimalkan Penyerapan Lewat Program MBG

“Di Kota Palembang, temuan kasus riil di lapangan dilaporkan telah mencapai angka 2.111 kasus, dengan rincian mencakup deteksi pada 2.073 kasus TBC SO, serta 38 kasus TBC RO,” terangnya.

Padahal secara makro, estimasi keseluruhan sebaran risiko paparan kasus di Kota Palembang diproyeksikan berada pada angka yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai lebih dari 9.000 orang warga.

Kendati demikian, instansi kesehatan terkait terus mengonsolidasikan performa intervensi medis di Palembang, di mana persentase cakupan pengobatan penderita kini telah berhasil menyentuh kisaran 73 persen atau menjangkau sekitar 6.000 pasien.

Jika menilik komparasi rekam historis sepanjang tahun 2025, total penemuan penderita infeksi pernapasan di tingkat Provinsi Sumsel dalam kurun waktu setahun penuh menyentuh angka 24.748 kasus dengan cakupan pengobatan sebesar 65,34 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman membenarkan adanya tren kenaikan grafik penemuan kasus baru di wilayah kerjanya.

"Memang kasus TBC di Sumatera Selatan cukup tinggi, terutama di Kota Palembang, Lubuklinggau, dan Kota Prabumulih. Kalau kita lihat perkembangannya, memang ada peningkatan kasus dari tahun 2025 ke 2026,” tutupnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)