Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Faisal Hasrimy menegaskan komitmennya untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di seluruh kabupaten/kota di Sumut paling lama tahun 2026.
Faisal menyebutkan, meskipun 20 kabupaten/kota telah masuk dalam program UHC, namun masih ada yang belum sepenuhnya mencapai status UHC murni.
Baca Juga : Gubernur Sumut dan BPJS Kesehatan Perkuat Akses dan Mutu Layanan Peserta JKN
“Binjai misalnya, tingkat cakupannya baru 98% dan belum murni UHC. Kami telah berdiskusi dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan langkah strategis guna memperluas UHC di Sumut. Saat ini, masih ada 13 kabupaten/kota yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (9/12/2024).
Baca Juga : Jemput Bola Pelayanan, UPT Puskesmas Medan Labuhan Kunjungi Rumah Warga
Faisal pun menyatakan rasa optimistisnya bahwa target ini dapat tercapai dengan dukungan DPRD dan Tim Badan Anggaran (Banggar).
"Dengan pola pembagian anggaran 70-30, kami berharap program ini mendapatkan dukungan penuh. Jika pun tidak selesai pada 2025, kita upayakan rampung secara keseluruhan pada 2026,” tambahnya.
Baca Juga : Pemprov Sumut Klaim Pelayanan Kesehatan Masyarakat Naik Kelas, Umur Harapan Hidup Meningkat
Selain UHC, Faisal juga menyoroti masalah stunting. Meski grafik stunting di Sumut berada di bawah angka nasional, ia menekankan perlunya intervensi khusus, termasuk optimalisasi peran kader posyandu dan puskesmas.
Baca Juga : Dinkes Sumut Pastikan Biaya Bayi ANZ di RS Adam Malik Ditanggung Pemerintah
“Di Langkat, misalnya, ada 15 puskesmas yang memiliki layanan Integrasi Layanan Primer (ILP). Peran ini perlu terus dimaksimalkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Faisal juga menyinggung kebiasaan masyarakat Sumut yang memilih berobat ke luar negeri. Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.
Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita
“Saat ini, pelayanan kesehatan kita mulai bergeser ke arah yang lebih baik. Tantangan berikutnya adalah membangun citra positif agar masyarakat percaya pada layanan kesehatan lokal,” ujarnya.
Baca Juga : Dokter Hewan: Hantavirus Cermin Buruknya Sanitasi Lingkungan
Menurutnya, langkah strategis seperti branding dan promosi yang tepat akan membantu mengurangi angka pasien yang memilih berobat ke luar negeri.
"Jika masyarakat sudah percaya, mereka tidak akan lagi berobat ke luar negeri,” tegasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
