Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dokter Intership Tewas Akibat Campak, DPR Desak Pemerintah Rombak Total Strategi Imunisasi Nasional

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak pemerintah untuk segera melakukan koreksi total terhadap strategi imunisasi, Selasa (31/3/2026).(foto: istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Kematian seorang dokter internship (magang) AMW (26)  akibat komplikasi campak di Cianjur membuka kembali lemahnya kebijakan imunisasi nasional dinilai terlalu sempit dan tidak adaptif. Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak pemerintah untuk segera melakukan koreksi total terhadap strategi imunisasi yang selama ini dianggap gagal mengantisipasi risiko pada kelompok dewasa, terutama tenaga medis.

Menurutnya, kematian  bukan sekadar insiden medis, melainkan bukti nyata kelalaian negara dalam melindungi garda terdepan layanan kesehatan.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Campak, Pemerintah Perluas Sasaran Vaksinasi hingga Kelompok Dewasa

“Ini bukan kejadian biasa. Ini alarm keras atas kegagalan kebijakan. Pemerintah tidak boleh lagi menutup mata bahwa campak juga mengancam orang dewasa, bahkan bisa berujung fatal,” tegas Neng Eem, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga : Kadinkes Sumsel: Ingatkan Vaksinasi Campak untuk Anak 9 Bulan ke Atas

Ia menilai pendekatan imunisasi yang selama ini hampir eksklusif menyasar anak-anak sudah usang dan tidak relevan dengan dinamika penyebaran penyakit saat ini.  Dalam kondisi mobilitas tinggi dan interaksi intensif di fasilitas kesehatan, tenaga medis justru menjadi kelompok paling rentan sekaligus berpotensi menjadi pusat penularan jika tidak terlindungi.

Data yang ada semakin memperkuat kritik tersebut. Hingga Februari 2025, tercatat 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota dengan lebih dari 8.300 kasus. Angka ini menunjukkan bahwa negara gagal membangun kekebalan kelompok (herd immunity) secara menyeluruh.

Baca Juga : Perkuat Perlindungan Anak, Pemerintah Perluas Imunisasi Heksavalen

Neng Eem menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan program lama tanpa evaluasi mendasar. Ia mendorong kebijakan wajib imunisasi campak bagi tenaga medis dan kelompok dewasa berisiko tinggi sebagai langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Baca Juga : Ajak Tenaga Medis Bangun Kepercayaan Publik, Zakiyuddin Optimis RSUD Pirngadi Kembali Bangkit

“Tenaga medis setiap hari berada di garis tembak. Jika mereka tidak dilindungi, sistem kesehatan kita yang runtuh. Ini soal keselamatan nasional, bukan sekadar program kesehatan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di kalangan dewasa merupakan celah besar yang bisa memicu ledakan wabah di fasilitas publik dan tempat kerja. Tanpa intervensi cepat, pemerintah dinilai sedang mempertaruhkan ketahanan kesehatan nasional.

Baca Juga : Putusan MK: KKI dan Kolegium Tetap Independen, Kemenkes Perkuat Tata Kelola Profesi

Karena itu, DPR mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan pemetaan ulang wilayah terdampak, memperluas akses vaksinasi dewasa, serta menetapkan kebijakan yang lebih progresif dan berbasis risiko.

“Jangan tunggu korban berikutnya. Ini saatnya bertindak tegas. Imunisasi harus diperluas sekarang juga, atau kita siap menghadapi krisis yang lebih besar,” pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)