Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dua Wanita Duel di Sei Rotan, Diduga Punya Hubungan Sesama Jenis

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas Polsek Medan Tembung membawa korban yang tewas ke rumah sakit Bhayangkara Tingkat II Medan guna dilakukan otopsi. (foto:polrestabesmedan)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Dua wanita yang terlibat dalam peristiwa duel maut di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga memiliki hubungan sesama jenis. Namun, kepolisian belum mengonfirmasi dugaan tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus yang menewaskan satu orang dan membuat satu lainnya terluka parah itu. 

"Masih didalami. Hasil penyelidikan akan segera kami sampaikan," ujar Calvijn, Minggu (9/11/2025).

Menurut Calvijn, dari laporan awal yang diterima, kedua perempuan berinisial AS dan IK itu disebut-sebut menjalin hubungan khusus dan kerap terlibat pertengkaran.

"Terkait motif, kami belum dapat memastikan. Korban yang selamat masih menjalani perawatan medis dan belum bisa dimintai keterangan," kata Calvijn menambahkan.

Sebagaimana diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat, 7 November 2025 pagi dan menggegerkan warga Desa Sei Rotan. 

Salah seorang perempuan ditemukan tewas di kamar, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi luka parah di ruang tamu rumah kontrakan mereka.

Kepala Dusun setempat, Irwansyah Putra mengatakan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 08.00 WIB setelah warga mendengar keributan dari dalam rumah.

"Ada warga yang datang melapor, katanya dua orang perempuan berkelahi dan minta tolong agar dipanggilkan tim medis," ujarnya.

Setibanya di lokasi, Irwansyah melihat seorang perempuan berinisial IK terkapar di ruang tamu dengan luka serius.

"Ia sempat menunjuk ke arah kamar. Saat kami masuk, satu lagi sudah meninggal dengan gunting yang masih menancap di tubuhnya," kata Irwansyah.

Keterangan warga menyebut, pertengkaran antara keduanya sudah terjadi sejak waktu subuh. AS dan IK diketahui bukan warga asli desa itu dan baru setahun terakhir tinggal di lingkungan tersebut.

Pertengkaran yang kerap terjadi disebut mencapai puncaknya pagi itu. AS diduga menikam IK menggunakan gunting, lalu sempat menyandera anak IK. 

Setelah peristiwa itu, AS diduga mengakhiri hidupnya di dalam kamar.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi dan masih menunggu kondisi korban selamat membaik untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tragedi tersebut. 

(emn/nusantaraterkini.co)