Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR Danang Wicaksana Sulistya mendesak Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta api di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Baca Juga : Sofwan Dedy Ardyanto: Diskon Tiket dan Insentif Transportasi Bisa Pulihkan Daya Beli Masyarakat
Menurutnya, evaluasi harus diawali dengan inventarisasi seluruh titik perlintasan sebidang yang saat ini tersebar di berbagai daerah.
Baca Juga : Gangguan GPS Berulang, Komisi V DPR Desak Evaluasi Sistem Navigasi Udara Nasional
Pendataan secara komprehensif diperlukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat bagi setiap lokasi.
“Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta api. Kementerian Perhubungan bersama PT KAI harus melakukan inventarisasi seluruh titik perlintasan agar diketahui kondisi, tingkat risiko, serta solusi yang tepat untuk setiap lokasi,” ujar Danang, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga : KAI Sumut: Kendaraan Prioritas Tetap Wajib Dahulukan Kereta Api
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, hasil inventarisasi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan jangka panjang terkait penanganan perlintasan sebidang.
Baca Juga : Erna Sari Dewi Soroti Kecelakaan Kereta Berulang, Minta Sistem Keselamatan Dibangun Terintegrasi
Untuk titik dengan kepadatan lalu lintas tinggi dan risiko kecelakaan yang besar, pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan pembangunan infrastruktur berupa fly over maupun underpass.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut dapat menghilangkan potensi konflik antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang.
Baca Juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Sumut Pangkas Pohon di 330 Titik Jalur Kereta Api
Meski demikian, Danang menilai sejumlah perlintasan masih akan tetap menggunakan sistem sebidang. Karena itu, diperlukan langkah evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi elevasi rel kereta api terhadap permukaan jalan. Ia mengingatkan agar perbedaan ketinggian antara rel dan jalan tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Jangan sampai perbedaan ketinggian yang terlalu besar justru membahayakan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua. Perlintasan harus dirancang agar tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut.
Selain itu, Danang juga meminta evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan rambu-rambu, sistem peringatan dini, palang pintu, penerangan, hingga kondisi pandangan pengendara menuju jalur kereta api. Seluruh aspek tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan perlintasan kereta api.
Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, PT KAI, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan seluruh perlintasan memenuhi standar keselamatan yang memadai.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan perlintasan yang lebih aman, nyaman, dan mampu meminimalkan risiko kecelakaan. Evaluasi ini harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi nasional,” tandasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
