Nusantaraterkini.co - Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md menilai surat suara yang tercoblos di Malaysia tampaknya operasi pihak lain seakan-akan mengorbankan pihaknya atau pasangan Ganjar-Mahfud menjadi dikorbankan dalam kasus tersebut.
KPU mengaku saat ini pihaknya tengah menelaah informasi surat suara tercoblos tersebut.
"PPLN bersama Panwaslu LN Kualalumpur sedang mendalami informasi tersebut," ujar Komisioner KPU Idham Kholik, dilansir dari detikcom, Sabtu, (10/2/2024).
Baca Juga : Mahfud MD Tegaskan Kritik Saiful Mujani Bukan Makar, Melainkan Kebebasan Berpendapat
Diketahui sebelumnya, mulanya, Mahfud menanggapi putusan DKPP terkait pelanggaran kode etik terhadap Ketua KPU Hasyim Asy'ari dkk. Mahfud mengimbau Bawaslu agar selalu mengawasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
"Iya supaya Bawaslu mengawasi betul dan mengungkap pelanggaran-pelanggaran yang selama ini terjadi," kata Mahfud, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, (8/2/2024).
Kemudian, Mahfud menyinggung dugaan kecurangan surat suara di Tempat Pemungutan Surat Suara Luar Negeri (TPSLN) di Malaysia yang sudah tercoblos gambar dirinya dan Ganjar. Ia menilai, barangkali hal tersebut dilakukan oleh pihak lain.
Baca Juga : MK Didorong Respons Peraturan Polisi di Jabatan Sipil Agar Rakyat Paham
"Seperti yang terjadi di Malaysia itu kan seakan-akan kami dikorbankan, padahal itu bisa saja operasi dari pihak lain nyuruh 3 orang nyoblos gitu lalu diumumkan ini penjeblosan yang melanggar aturan," ungkap Mahfud.
Mahfud lantas meminta KPU untuk segera menyelidiki fenomena tersebut. Ia juga berharap KPU dapat mengumumkan kondisi yang terjadi di Malaysia.
"Oleh sebab itu saya meminta KPU agar segera menyelidiki dan mengumumkan apa yang sebenernya terjadi di Malaysia," tuturnya.
Baca Juga : Parpol Diingatkan Wajib Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan di Setiap Dapil
(Ann/Nusantaraterkini.co)
