Nusantaraterkini.co, DAKAR - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) akhirnya memberikan gelar juara Piala Afrika 2025 kepada tim nasional Maroko dari Senegal, yang sebelumnya keluar sebagai juara.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) pun mengajukan banding atas polemik penyerahan gelar juara iti ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss.
Baca Juga : Carlo Ancelotti Sanjung Estevao, Sebut Masa Depan Timnas Brasil Cerah
"Keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat diterima. Itu mencoreng nama baik sepak bola Afrika. Keputusan tersebut merupakan pelanggaran kepercayaan yang tidak didasarkan pada aturan hukum apapun," kata Sekretaris Jenderal FSF Abdoulaye Seydou seperti dilaporkan BBC News, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga : Kabar Gembira dari Sahara
Maroko kini ditetapkan sebagai juara AFCON 2025 menyusul aksi walk out atau meninggalkan lapangan yang dilakukan tim Senegal sebagai bentuk protes. Akibatnya, Maroko dinyatakan menang 3-0.
Keputusan ini membatalkan hasil sebelumnya yang mengesahkan kemenangan 1-0 Senegal atas Maroko pada laga final yang digelar 18 Januari 2026 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.
Baca Juga : Unjuk Rasa di Maroko Meluas, Kantor Polisi Diserbu Massa
Menurut Abdoulaye Seydou saat ini Senegal akan terus menempuh jalur hukum atas keputusan yang dibuat oleh CAF tersebut.
"Kami tidak akan berhenti sampai disini. Hukum ada di pihak kami. Perjuangan masih jauh dari selesai, Senegal akan membela hak-haknya sampai akhir," tutur Abdoulaye Seydou.
