Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Unjuk Rasa di Maroko Meluas, Kantor Polisi Diserbu Massa

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sebuah mobil terbakar dalam kerusuhan unjuk rasa di Maroko. (Foto: dok x/@TheIndeWire)

Nusantaraterkini.co, RABAT - Gelombang unjuk rasa menuntut reformasi pendidikan dan kesehatan di Maroko semakin meluas.

Sekelompok orang berupaya menyerbu sebuah kantor polisi setempat, sehingga memicu tembakan peluru tajam dari personel kepolisian.

Dilaporkan, sedikitnya dua orang tewas dalam peristiwa ini. Diketahui, serangkaian unjuk rasa yang dipelopori kelompok kaum muda bernama "GenZ 212", yang dibentuk lewat platform Discord.

Baca Juga : 22 Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa di Madagaskar, Presiden Bubarkan Pemerintahan

Kementerian Dalam Negeri Maroko dalam pernyataannya mengatakan, lebih dari 400 orang telah ditangkap dan hampir 300 orang lainnya mengalami luka-luka selama unjuk rasa berlangsung, yang diwarnai bentrokan di beberapa wilayah, seperti yang dilaporkan AFP, Kamis (2/10/2025).

Sementara laporan kantor berita pemerintah Maroko, MAP, sekelompok orang, pada Rabu (1/10/2025) malam, berusaha "menyerbu" sebuah kantor polisi di area Lqliaa, dekat kota pesisir Agadir.

Menurut para pejabat, para polisi "terpaksa menggunakan senjata dinas mereka, dalam pembelaan diri yang sah, untuk menangkis serangan". Disebutkan bahwa penyerbuan massa itu bertujuan untuk "merampas amunisi, peralatan, dan senjata dinas" milik kepolisian.

Polisi awalnya berhasil menangkis serangan awal, namun massa yang sama kembali menyerang polisi dengan membawa "senjata tajam".

Baca Juga : Pelaku Kerusuhan Demo di Bandung Diduga Dibiayai Kelompok Luar Negeri

"Dalam upaya ini, dua orang tewas akibat luka tembak, sementara yang lainnya mengalami luka-luka saat terlibat dalam serangan tersebut," sebut para pejabat setempat seperti dilaporkan MAP.

Penyelidikan terhadap insiden penyerbuan tersebut telah diluncurkan oleh otoritas Maroko.

Pada Rabu (1/10/2025) malam, ratusan demonstran berkumpul di beberapa kota di Maroko, termasuk Casablanca, Tangier, dan Tetouan. Aksi protes itu digelar dengan izin resmi untuk pertama kalinya sejak pertama kali digelar pada Sabtu (27/9/2025).

Para demonstran, dalam aksinya, menyerukan "pemberantasan korupsi" dan "kebebasan, martabat, dan keadilan sosial". Beberapa demonstran menuntut Perdana Menteri (PM) Maroko, Aziz Akhannouch, untuk mengundurkan diri.

Baca Juga : Pengguna Sosial Media Ramai Ganti Profil jadi Brave Pink dan Hero Green: Nyawa Baru Gerakan di Ruang Digital

Namun tidak semuanya, aksi protes itu berlangsung damai. Laporan jurnalis AFP yang ada di Sale, sebuah kota dekat ibu kota Rabat, menyebut orang-orang mengenakan penutup kepala melakukan pembakaran terhadap mobil polisi dan sebuah kantor cabang bank setempat.

GenZ 212 menyampaikan "penyesalan" atas tindak kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa. Mereka menegaskan kelompoknya sebagai "ruang diskusi" yang berfokus pada isu-isu yang mempengaruhi semua warga negara, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberantasan korupsi.

(*/Nusantaraterkini.co)