Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gerindra: Ide Prabowo Bentuk Presiden Club Sudah Ada Sejak Lama

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (6/5/2024). (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Gerindra menyatakan, ide pembentukan presidential club bukanlah wacana yang tiba-tiba dari presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ide tersebut, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, justru telah dicetuskan Prabowo sejak lama kepada kadernya di partai.

Baca Juga : Gerindra: Ide Presidential Club Penghargaan untuk Pimpinan Terdahulu

"Presidential club itu salah satu ide yang sudah lama sebenarnya dibicarakan oleh Pak Prabowo dengan kami kader-kader Partai Gerindra. Saya terus terang, sejak bertahun-tahun yang lalu, sudah mendengar ide ini," katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (6/5/2024).

Baca Juga : Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat 30% Keterwakilan Perempuan Masuk Revisi UU Pemilu

Habib mengatakan, presidential club dibentuk dengan tujuan agar dapat mempertahankan pencapaian dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya di masa pemerintahan mendatang. Untuk mewujudkan keberlanjutan pencapaian dari pemerintahan Indonesia terdahulu, diperlukan komunikasi antarpresiden terdahulu.

"Agar keberlanjutan dan capaian pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, bisa dipertahankan dan ditingkatkan oleh pemerintah yang saat ini dan yang akan datang, maka diperlukan komunikasi dengan orang-orang yang pernah memegang kekuasaan sebagai presiden," ujarnya.

Baca Juga : 18 Tahun Gerindra, Erwin Efendi Lubis Pimpin Aksi Bersih Lingkungan dan Bagi Sembako di Madina

"Karena tempat berkonsultasi, tempat bertanya yang paling pas soal kebijakan-kebijakan di masa lalu, tentu ada pada presiden yang pernah menjabat," sambung Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Ia meyakini, setiap presiden memiliki prestasi pada masanya. Pencapaian itu patut dicontoh atau dipertahankan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

"Saat ini kan ada tiga mantan presiden, yaitu Pak SBY (Susilo Bambang Yudhohono), Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) dan Pak Jokowi (Joko Widodo). Semuanya punya prestasi yang luar biasa di masanya. Tentu Pak Prabowo perlu sekali masukan dari ketiga tokoh tersebut," ucapnya.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

"Jadi apa pun bentuknya, apakah formal atau tidak formal, komunikasi antarpresiden ini sebaiknya memang dimaksimalkan. Semata-mata untuk kepentingan kita semua dan negara," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai rencana pembentukan Presidential Club oleh Presiden Terpilih Pemilu 2024 Prabowo Subianto, menjadi upaya untuk menjembatani perbedaan pada presiden terdahulu.

Dia menilai sejak tahun 2004 hingga saat ini, terkesan masih ada perbedaan hingga hubungan yang tidak harmonis di antara para presiden terdahulu.

"Bisa saja menjadi bridging bagi Prabowo untuk bisa menyatukan mantan-mantan presiden itu, untuk bersatu, rekonsiliasi untuk islah, agar baik-baik di antara mereka," katanya, Senin (6/5/2024).

Namun, kata dia, belum tentu para presiden terdahulu itu bakal mau menerima upaya Prabowo tersebut guna menciptakan suasana keakraban. Karena jika berada di satu tempat yang sama tetapi tidak saling akrab, maka mereka menurutnya bakal tetap membelakangi satu sama lain.

Walaupun begitu, langkah Prabowo itu perlu dihormati karena demi kepentingan bangsa. Karena selain mempersatukan, dia menilai "Presidential Club" itu pun bakal menjadi ajang Prabowo untuk menerima gagasan, ide, dan pemikiran dari para pemimpin terdahulu.

"Terkait dengan pengalaman-pengalaman ketika menjadi presiden, untuk bisa diambil pelajarannya bagi Prabowo, ketika Prabowo jadi presiden," tandasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)