Nusantaraterkini.co, Medan - Sejumlah mahasiswa mengatas namakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/8/2024).
Mahasiswa tersebut membawa spanduk yang bertuliskan 'Jaga Keselamatan Di Area Pertambangan Blok Medan'.
Baca Juga : Kuliner Halal Aman dan Sehat Kembali Hadir di Mesjid Raya Hingga 16 Juni
Ketua DPC GMNI kota Medan Surya Nasution menyampaikan, tulisan tersebut tanggapan atas jawaban yang disampaikan Bobby Nasution ke publik terkait blok Medan, tidak mencerminkan dirinya sebagai pemimpin atau pejabat publik.
Baca Juga : Kelas Digital di Medan Jadikan Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern
"Bobby bahkan terkesan takut dan menghindari pertanyaan pertanyaan yang berkaitan dengan blok Medan," ucap nya
Disisi lain disampaikan Surya Nasution, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga hari ini belum juga melakukan tindakan konkret berupa pemeriksaan terhadap Bobby Nasution.
Baca Juga : Usai Gelar Diskusi dan Konsolidasi, Sekretariat Mahasiswa Didatangi Intel Polisi
KPK terkesan tidak berani menindaklanjuti dugaan keterlibatan Bobby Nasution, mengingat statusnya yang merupakan menantu dari Presiden RI.
Baca Juga : PJ Gubernur Sumut Agus Fatoni ajak Mahasiswa Untuk Terus Menjaga Marwah Sumut
"Selain soal blok Medan, kami menilai Bobby Nasution telah gagal dalam menjalankan amanah rakyat kota Medan, hali itu dapat dilihat dari beberapa masalah selama kepemimpinannya di kota Medan," ungkapnya
Selanjutnya, masyarakat kota Medan pada tahun 2023 pernah di hebohkan dengan gagal nya proyek lampu pocong, proyek dengan anggaran 25 milyar tersebut kini tidak dapat di nikmati manfaatnya oleh masyarakat kota Medan.
Baca Juga : Sebanyak 1.015 Pelari Ikuti Trail of The Kings UTMB, Mengitari Danau Toba
Gagal nya proyek lampu pocong ini semata mata tidak bisa dianggap hanya kesalahan pihak rekanan (Swasta), Pemko Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution yang seharusnya paling bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.
Baca Juga : Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026
"Menurut kajian kami ada unsur lemahnya pengawasan dan dugaan persaingan usaha yang tidak sehat," lanjutnya
Surya juga menyinggung soal kebijakan parkir berlangganan yang di terapkan oleh pemko kota Medan pada juli 2024 yang lalu juga telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di kalangan masyarakat.
Kebijakan parkir ini adalah kebijakan prematur, banyak nya dampak negatif yang tidak dihiraukan oleh pemko Medan, termasuk soal warga luar kota yang belum tentu sebulan sekali datang ke Medan.
"Tidak menutup kemungkinan Walikota Medan sebenarnya sudah tau dampak negatif itu, tapi agar bisa mengumpulkan uang sebanyak banyaknya dari tangan masyarakat secara cepat, kebijakan itu tetap dilakukan," tegasnya
Sambungnya, beberapa hari yang lalu kita juga menyaksikan ada salah seorang warga yang berprofesi sebagai Driver Ojek Online yang meninggal karena kelaparan di kota Medan.
"Ini menunjukkan bahwa Pemko Medan Gagal menuntaskan kemiskinan di kota Medan," pungkasnya
GMNI mendesak Wali Kota Medan Bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka atas Gagal nya proyek lampu pocong, Gagalnya atasi banjir, kegagalan pengelolaan sampah dan kegagalan mengatasi kemiskinan Di Kota Medan.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
