nusantaraterkini.co, LANGSA - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Langsa, Aceh terus melonjak naik.
Melonjaknya harga beras ini dibarengi dengan tidak tersedianya beras Bulog dipasaran. Akibatnya, sejumlah pedagang mengeluh dengan kondisi tersebut.
Ketiadaan pasokan beras bersubsidi ini membuat masyarakat terpaksa membeli beras murah dengan kualitas rendah, karena harga beras medium dan premium semakin tidak terjangkau.
Baca Juga : Turun Rp50.000, Harga Emas Antam Sabtu 15 November 2025 Terjun Bebas ke Rp2.348.000 Per Gram
Harga beras medium pada Selasa (24/6/2025) dijual Rp223 ribu per karung 15 kilogram. Harga ini naik dari sebelumnya Rp215 ribu. Sementara beras biasa juga mengalami kenaikan dari Rp205 ribu menjadi Rp217 ribu, sedangkan beras premium melonjak hingga Rp226 ribu per karung dari sebelumnya Rp217 ribu.
Muslim (50), salah satu pedagang beras di Pasar Langsa, mengungkapkan bahwa kelangkaan beras Bulog memperparah kondisi daya beli masyarakat yang semakin menurun.
"Orang tidak sanggup lagi beli beras, yang dulunya beras bulog itu harganya Rp 21.000 per bambu sekarang sudah Rp 25.000," ungkap Muslim, Selasa (24/6/2025).
Baca Juga : Pemerintah Diminta Tak 'Bertangan Besi' Intervensi Harga Pasar Produk Beras
Ia berharap pemerintah melalui Bulog segera menyalurkan beras subsidi ke pasar-pasar untuk menekan lonjakan harga dan membantu masyarakat kecil memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Kenapa beras di Bulog itu tidak dikeluarkan disaat harga beras melonjak naik. Ada apa sebenarnya, bagaimana nasib warga kurang mampu, kalau beras Bulog tidak ada dipasaran," kesal Muslim.
Masyarakat berharap, pemerintah dapat mengambil solusi terbaik dalam kondisi ini. Sehingga harga beras di Kota Langsa dapat kembali stabil dan masyarakat dapat menikmati beras bersubsidi.
Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Beras Petani hingga Juni 2026
(Dra/nusantaraterkini.co).
