Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Beras Petani hingga Juni 2026

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Arsip - Stok beras di Gudang Bulog Sukamaju Palembang. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANGPerum Bulog Kanwil Sumsel Babel mencatat realisasi serapan gabah dan beras petani di wilayahnya sukses menyentuh angka 99.466 ton setara beras

Penyerapan ini berkontribusi langsung pada pencapaian positif pengadaan gabah dan beras nasional milik Perum Bulog yang secara kumulatif kini telah menembus angka 3.008.626 ton setara beras, atau sekitar 75 persen dari target nasional 4 juta ton di tahun ini.

“Realisasi serapan sebesar 99.466 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Sumsel dan Babel menunjukkan komitmen kami untuk terus ada di tengah petani,” ujar Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga : Bulog Gelar Operasi Pasar di Lemabang Palembang, MinyaKita Dijual Rp15.500 Per Liter

Ihsan mengatakan tindakan penyerapan yang masif tersebut dilakukan demi menjaga kedaulatan serta kestabilan pangan di tingkat regional maupun pusat.

“Ini guna memastikan hasil panen terserap secara optimal, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia menyebut jika keberhasilan perolehan angka pasokan beras berskala besar yang berjalan dalam kurun waktu enam bulan ini, tidak lepas dari sinergi lintas sektoral.

Baca Juga : Bulog: Cuaca dan Minimnya Dryer Hambat Penyerapan Gabah di Sumsel

“Capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Seluruh elemen dari berbagai instansi terkait dinilai berperan aktif menyukseskan program pengadaan komoditas pangan pokok tersebut di lapangan. Mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi dan lainnya.

Menurutnya, kebijakan strategis yang diturunkan oleh pemerintah dalam mengunci harga jual di tingkat bawah berjalan sangat baik di pasaran.

Baca Juga : Sumut Inflasi 4,35 Persen pada Mei 2026: Emas Perhiasan dan Tomat Jadi Pemicu Utama ​

“Capaian itu juga menjadi bukti jika kebijakan pemerintah menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan HPP sebesar Rp 6.500 per kg, berjalan efektif,” imbuhnya.

Intervensi harga melalui instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tersebut diakui memberikan rasa aman bagi para produsen gabah lokal dalam melepas hasil bumi mereka dan memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

Dampak langsung dari tingginya serapan domestik ini juga mengerek posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke tingkat tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional, di mana stok kelolaan Bulog kini melampaui 5 juta ton.

Baca Juga : Sidak Gudang Bulog, DPR Pastikan Stok Pangan Sultra Aman

Jumlah masif tersebut disiapkan sebagai jaminan kuat untuk kebutuhan stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana serta gejolak pasar ke depan.

Melihat masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah strategis, pihak Bulog menyatakan optimisme tinggi bahwa target total pengadaan 4 juta ton setara beras dapat digenggam bahkan sebelum tutup tahun anggaran.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani,” tuturnya.

Melalui langkah pemaksimalan penyerapan hasil panen ini, Bulog menegaskan kembali keseriusannya dalam menyokong visi ketahanan pangan jangka panjang yang dicanangkan pemerintah.

“Termasuk komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)