Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hindari Insiden Susulan, Pemkab Muba Tutup Alur Sungai di Bawah Jembatan Lalan

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jembatan P6 Lalan yang berlokasi di Musi Banyuasin. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) secara resmi memutuskan untuk menutup total akses alur sungai di sekitar Jembatan Lalan selama berlangsungnya proses revitalisasi fisik jembatan.

Langkah tegas ini diambil guna menghindari terulangnya insiden tabrakan oleh kapal atau tongkang yang berpotensi membahayakan para pekerja, serta merusak struktur bangunan yang sedang diperbaiki.

“Rencananya akan ditutup selama lebih kurang satu bulan, ini dinilai sebagai langkah paling aman untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja,” ujar Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga : Herman Deru: Permen ESDM 14/2025 Solusi Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Toha menyampaikan jika kebijakan ini juga didasari oleh adanya beberapa insiden tabrakan susulan yang terjadi selama masa perbaikan, dan terbukti menghambat progres pengerjaan di lapangan.

“Penutupan akses, termasuk alur sungai di sekitar jembatan menjadi opsi terbaik setelah beberapa kali terjadi insiden tabrakan yang mengganggu proses pekerjaan,” imbuhnya.

Menurutnya, jika alur sungai tetap dibiarkan terbuka untuk umum di tengah pengerjaan berat, maka durasi revitalisasi pasca-hantaman tongkang batu bara sebelumnya akan menjadi sangat lama akibat kendala faktor eksternal.

Baca Juga : Polisi Ringkus Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Pria dalam Tandon Air di Muba

Dengan sterilisasi area ini, diharapkan pengerjaan fisik dapat dilakukan secara maksimal tanpa gangguan.

“Ini solusi terbaik agar jembatan cepat selesai dan aman digunakan masyarakat,” ucapnya.

Selain penutupan alur sungai, pengerjaan teknis di lapangan akan difokuskan pada tahap pemancangan struktur penyangga atau steel spun pile shoring oleh pihak kontraktor.

Seluruh rangkaian proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 agar mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat Lalan dapat kembali normal seperti sedia kala.

“Akses ini sangat dinantikan masyarakat, sehingga kami berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” tutupnya. 

(Tia/nusantaraterkini.co).