Nusantaraterkini.co, MEDAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) angkat bicara terkait beredarnya pesan berantai di media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken.
Isu ini beredar menyusul ketegangan Iran dan AS-Israel di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi penyuplai 30 persen minyak global.
Baca Juga : ESDM dan Pertamina Didesak Transparan soal Kenaikan Harga Pertamax
Adapun isi pesan berantai tersebut, menyatakan bahwa informasi dari Pertamina akan masuk terakhir pada hari Jumat (6/3/2026) dan tidak diketahui kapan akan masuk kembali ke SPBU.
Baca Juga : Harga Pertamax Naik, Gubernur Sumsel: Masyarakat Mampu Jangan Ikut Antre BBM Subsidi
"Assalamu'alaikum ibu-ibu kami baru dapat informasi dari Pertamina bagi yang mau isi minyak Honda, mobil dll. Isi ful boleh pakai jrigen kabar nya minyak Pertamina terakhir masuk hari Jumat dan Tidak tahu kapan masuk nya lagi. Untuk sembako masih aman untuk minyak PertaSola, Pertamax dan Solar akan langka kembali. Terimakasih," tulis narasi dalam pesan tersebut.
Menanggapi ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga - Subholding Downstream, Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan, jika informasi pesan berantai tersebut tidak benar dan masyarakat tidak perlu panik.
Baca Juga : Pastikan Stok BBM Aman Jelang Nataru, Polsek Kualuh Hulu Cek SPBU
"Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat," ungkapnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga : Jamin Stok BBM Aman, Pertamina Tambah 20 SPBU 24 Jam di Sumut
Untuk itu, Pertamina mengajak masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.
Sementara itu, akibat pesan berantai tersebut, kepanikan (panic buying) terjadi di masyarakat khususnya di berberapa daerah di Provinsi Aceh. Dilihat dari instagram awak_lhokseumawe, masyarakat pun diperkirakan sampai antri hingga sepanjang 1 km di SPBU.
(Tim/nusantaraterkini.co)
