Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini kembali menunjukkan tren positif setelah berhasil bertahan di atas level psikologis 7.000. Pada perdagangan Selasa (5/5/2026), IHSG ditutup menguat 1,22% ke posisi 7.057.
Meski demikian, tekanan dari investor asing masih terasa. Tercatat aksi jual bersih (net sell) asing mencapai Rp318 miliar di pasar reguler, menandakan adanya kehati-hatian pelaku pasar global terhadap aset domestik.
Dari sisi fundamental, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 menjadi sentimen positif. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar. Namun, penguatan ini dinilai belum merata.
Baca Juga : IHSG Berhenti Menguat, Investor Asing Lepas Saham Perbankan dan Komoditas
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pertumbuhan masih ditopang oleh belanja pemerintah dan stimulus fiskal. Konsumsi pemerintah tercatat melonjak hingga 21,81% YoY, termasuk program bantuan seperti MBG yang perputaran dananya mencapai sekitar Rp900 miliar per hari.
Sementara itu, investasi atau PMTB tumbuh 5,96% YoY, didorong proyek hilirisasi seperti Danantara senilai sekitar US$7 miliar. Namun dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja dinilai masih terbatas.
“Indikator ekonomi riil seperti peningkatan upah, daya beli masyarakat, hingga keseimbangan eksternal belum menunjukkan perbaikan signifikan,” ujar Liza dalam risetnya.
Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, MNC Sekuritas Soroti AMMN, BIPI, MINA dan WIFI sebagai Pilihan Cuan
Tekanan eksternal juga masih terlihat dari arus keluar dana asing yang mencapai Rp46,5 triliun sepanjang tahun berjalan. Di sisi lain, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp17.454 per dolar AS dalam perdagangan intraday.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju level resistance MA10 di kisaran 7.185. Investor disarankan untuk tetap selektif dan menerapkan strategi trading jangka pendek.
Liza merekomendasikan strategi average up, yakni menambah posisi pada saham yang masih berada di bawah resistance atau telah berhasil menembus level breakout.
Baca Juga : IHSG Diproyeksi Masih Tertekan, Investor Waspadai Risiko Ekonomi dan Aksi Jual Asing
Rekomendasi Saham Hari Ini:
Berikut sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati:
1. BBNI
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tertekan, Analis Prediksi Gerak Terbatas di Awal Perdagangan
Entry: 3.820 – 3.920
Target: 4.040 – 4.160
Support: 3.770 – 3.820
Cut loss: 3.750
2. INDY
Entry: 3.720 – 3.820
Target: 3.940 – 4.050
Support: 3.670 – 3.720
Cut loss: 3.650
3. PTRO
Entry: 5.700 – 5.900
Target: 6.150 – 6.375
Support: 5.600 – 5.700
Cut loss: 5.550
4. SSIA
Entry: 1.805 – 1.870
Target: 1.945 – 2.020
Support: 1.775 – 1.805
Cut loss: 1.765
Sebagai catatan, rekomendasi ini bersifat referensi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
(Dra/nusantaraterkini.co).
