Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Tertekan Tajam, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut hingga Sentuh Level 5.100

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya, pelaku pasar kini mencermati potensi koreksi lanjutan hingga ke area 5.100.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG merosot 252,6 poin atau 4,52 persen dan berakhir di level 5.342,13. Tekanan jual yang tinggi membuat indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut kembali bergerak di zona merah.

Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal posisi IHSG masih rentan melemah setelah ditutup di bawah garis rata-rata pergerakan (MA200) bulanan. Kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren penurunan dalam jangka pendek.

Baca Juga : IHSG Berhenti Menguat, Investor Asing Lepas Saham Perbankan dan Komoditas

Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas memperkirakan level 5.100 menjadi area support penting yang akan diuji oleh IHSG jika tekanan pasar masih berlanjut.

Sentimen negatif juga datang dari menurunnya cadangan devisa Indonesia. Data terbaru menunjukkan cadangan devisa pada Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi April 2026 yang mencapai USD146,2 miliar. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Juni 2024.

Penurunan cadangan devisa dipicu oleh pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, MNC Sekuritas Soroti AMMN, BIPI, MINA dan WIFI sebagai Pilihan Cuan

Sejalan dengan kondisi tersebut, rupiah juga kembali mengalami pelemahan. Mata uang Garuda ditutup turun 0,84 persen ke level Rp18.188 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin.

Meski demikian, Phintraco Sekuritas menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang aman. Nilainya setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional yang berkisar tiga bulan impor.

Namun, penurunan cadangan devisa yang berlangsung secara berkelanjutan berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat internasional. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat daya tarik investasi, meningkatkan kinerja ekspor, serta menekan ketergantungan terhadap impor.

Baca Juga : IHSG Awali Perdagangan dengan Koreksi ke 5.701

Di sektor riil, industri sepeda motor juga dinilai masih menghadapi tantangan. Potensi kenaikan suku bunga pembiayaan dapat menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada permintaan kendaraan bermotor dalam beberapa waktu ke depan.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA sebagai saham yang layak dicermati investor.

Sementara itu, MNC Sekuritas menilai tekanan jual masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan IHSG. Berdasarkan analisis teknikalnya, posisi indeks saat ini diperkirakan masih berada dalam fase koreksi lanjutan.

MNC Sekuritas memperkirakan area 5.184 hingga 5.282 menjadi target koreksi berikutnya yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Adapun saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas untuk dipantau pada perdagangan Selasa (9/6/2026) meliputi ASII, BULL, JPFA, dan NICL.

(Dra/nusantaraterkini.co)