nusantaraterkini.co, MEDAN - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan sejumlah penyakit yang mematikan dan menelan biaya paling tinggi di Indonesia.
Dia menyebut stroke hingga kanker menjadi penyakit dengan tingkat kematian paling tinggi di Indonesia.
Selain mematikan, Dante menyebut, penyakit ini juga memakan pembiayaan paling tinggi.
Baca Juga : Wamen RI Sebut Anggaran Pembangunan Gedung Onkologi Capai Rp 265 M
"Penyakit stroke, jantung, kanker dan penyakit ginjal. Itu yang menyebabkan keempat pembiayaan terbesar di rumah sakit di secara nasional," kata Dante di Kantor Bupati Boyolali, Jawa Tengah, dikuti kumparan, Sabtu (10/8/2024).
Namun Dante tak merinci jumlah kasus penyakit tersebut. Karenanya, Kemenkes akan terus meningkatkan pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) pada rumah sakit di seluruh Indonesia.
Di RSUD Boyolali sendiri, Dante mengatakan, sudah ada beberapa alat kesehatannya, mulai dari CT Scan, MRI, hingga Cath Lab. Penambahan terus akan dilakukan.
Baca Juga : Ground Breaking Gedung Onkologi Center RS Adam Malik, Wamenkes: Pondasi Harapan Bagi Pasien Kanker
"Tapi yang belum ada nanti akan kita drop, akan kita bantu dari pusat, yaitu yang pertama nanti kita akan bantu ESWL. Ini mesin untuk penghancur batu ginjal. Jadi nanti kita akan bantu ke rumah sakit RSUD Boyolali," ungkap Dante.
"Kemudian yang kedua, yang akan kita bantu adalah Video Urudinamic Test. Ini untuk urologi. Ini untuk melihat apakah ada gangguan di fungsi ginjal atau tidak. Kemudian nanti kita akan bantu juga laser untuk Rumah Sakit Boyolali," tambah dia.
Ilustrasi Remaja Sakit Ginjal Foto: Shutterstock
Namun, Dante berpesan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali juga segera menyiapkan tenaga kesehatan yang bisa mengoperasikan alat-alat tersebut.
"Sebab kalau alatnya datang, SDM-nya tidak ada, alatnya mangkrak," tuturnya.
Di sisi lain, Dante memastikan, pihaknya hingga saat ini tengah berkoordinasi agar pembiayaan pelayanan KJSU bisa dibiayai dengan BPJS.
"Satu lagi nanti kita benahi adalah klaim KJSU dan alat-alat baru ini harus disupport BPJS, sehingga penggunaannya bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
