Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ini Kesaksian Para Joki Masuk PTN, 6 Orang Keroyok Ujian Mandiri via Zoom

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. Perbincangan soal joki ujian di dunia pendidikan tengah ramai jadi di tengah masyarakat. (Thinkstock/diego_cervo)

Nusantaraterkini.co - Perbincangan soal joki ujian di dunia pendidikan tengah ramai jadi di tengah masyarakat.

Kondisi ini menjadi bukti potret buram pendidikan Indonesia. Wajah pendidikan Indonesia saat ini seakan-akan penuh dengan kepalsuan.

Praktik kepalsuan akademik di level pendidikan telah dimulai sebelum mahasiswa menjalankan studi. Mahasiswa dapat menggunakan jasa joki demi bisa masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) favorit mereka.

Hal tersebut diketahui dari pengakuan Vio--bukan nama sebenarnya--yang mengaku tak sengaja bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa joki masuk PTN.

Mulanya, Vio mengaku tengah mencari lowongan kerja sebagai mentor bimbingan belajar di salah satu platform media sosial pada tahun 2021.

Perempuan lulusan salah satu PTN di Surabaya itu mengaku sudah curiga dari awal karena proses rekrutmen yang terlalu mudah.

"Kan, biasanya proses recruitment di bimbel itu, kan, biasanya ada tes tulis, interview, micro teaching," kata Vio kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/7).

Sementara yang ia dapati justru hanya berupa tes tulis. Setelah mengikuti tes tulis, Vio diterima di tempat 'bimbel' tersebut.

Kecurigaan pun berlanjut. Alih-alih diperkenalkan terkait perusahaan dan posisi, ia justru langsung ditawarkan untuk mengikuti sebuah 'event'.

Nahas, 'event' yang dimaksud tersebut adalah untuk menjadi joki ujian mandiri salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di Indonesia.

"Karena aku juga penasaran sama kerja joki ini, akhirnya aku ikut masuk event joki itu. Ternyata di sana itu mereka kayak semacam ngejokiin orang yang ujian ***** **," kata dia.

Joki tersebut, lanjut Vio, dilakukan dengan memanfaatkan tes ujian mandiri yang dilakukan secara daring.

Kala itu, Vio mengaku dimasukkan ke dalam sebuah Zoom meeting oleh seorang admin untuk membantu seseorang melakukan ujian mandiri.

"Di situ itu sistemnya mereka enggak kayak joki lainnya. Misalnya, kalau yang lain mungkin sudah ada kunci jawabannya," jelas dia.

"Jadi kita, tuh, yang ngerjain 6 orang, terus kita sharing jawabannya. Kita setor jawabannya di situ," imbuhnya.

Tak main-main, ia menyebut seorang yang ingin menggunakan jasa joki harus merogoh kantong dalam-dalam. Seorang 'klien' harus membayar ratusan juta jika berhasil masuk PTN dengan menggunakan jasa joki.

Sementara joki hanya mendapatkan persenan yang minim dari angka yang dibayarkan.

"Aku sempat ingat waktu itu mereka [harus membayar] Rp350 juta. Terus nanti dari itu [Rp350 juta], joki dapat 10 persen," tutur dia.

Namun demikian, seseorang yang menggunakan jasa joki dirinya dan teman-temannya tak berhasil lolos masuk PTN yang diinginkan.

Setelah itu, Vio langsung memutus hubungan dengan admin karena menyesal telah sempat terlibat dalam praktik tersebut.

"Langsung keluar. Nomor admin aku block. Tapi enggak lama setelah itu, admin chat lagi pakai nomor baru dan nama perusahaan ganti-ganti," tutur dia.

Joki tugas hingga skripsi

Penelusuran CNNIndonesia.com menemukan praktik kebohongan akademik ini juga terjadi di tataran mahasiswa.

Jasa joki tugas, skripsi, hingga penulisan artikel jurnal marak ditemukan di berbagai platform media sosial. Bahkan, fenomena tersebut juga sempat menjadi perbincangan hangat.

Kerjainplis alias PT. Gisaka Dinasti menjadi salah satu perusahaan rintisan (startup) yang dihujani kritik karena diduga menyediakan jasa joki tugas akademik.

Perusahaan tersebut menjadi sorotan utama lantaran telah memiliki ratusan ribu pengikut di akun media sosialnya.

Namun, setelah ramai jadi perbincangan, perusahaan tersebut sulit ditemukan. Mereka juga menutup akses situs hingga sejumlah akun media sosial.

Selain PT. Gisaka Dinasti, terdapat pula penyedia jasa joki, skripsi, hingga penulisan artikel jurnal bernama Sinikubantuin.

Penyedia jasa tersebut kini masih aktif dengan pengikut di media sosial Instagram mencapai 78 ribu orang. Sinikubantuin pun masih aktif menawarkan jasa mereka.

Eks penjoki di perusahaan tersebut pun mengaku bahwa Sinikubantuin menyediakan jasa yang dilarang menurut hukum.
Kiki, begitu dia ingin disapa, mengaku bergabung dengan Sinikubantuin pada bulan Desember 2022. Ia mengaku bergabung karena ingin mengisi waktu luang sembari menunggu wisuda.

Kiki pun mengaku proses yang harus dilalui untuk bekerja di Sinikubantuin tidak terlalu rumit dan tak perlu menunggu waktu lama.

"Dia enggak ada wawancara, cuma meminta CV kita. Kalau misal ada ijazah melampirkan ijazah. Terus pas foto hanya itu saja terus dijadikan satu PDF. Terus kita nanti kita kirim ke contact person-nya," kata Kiki kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/7).

Tak perlu menunggu lama, dua minggu setelah lamaran dikirimkan, seorang admin mengonfirmasi bahwa Kiki bisa bergabung dengan perusahaan.

Kiki menjelaskan, mekanisme kerja menjadi penjoki di Sinikubantuin juga mudah. Ia hanya menunggu arahan kerja dari admin sebelum mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

"Setelah kita deal, semisal kita memang bisa mengerjakan tugas itu menyesuaikan deadline-nya, terus sesuai ketentuan-ketentuan yang dimau customer, baru kita mau. Tapi kalau kita enggak bisa, kita bisa nolak," jelas dia.

Perempuan lulusan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta itu menjelaskan, upah yang didapat dari hasil joki tugas itu berdasarkan bagi hasil dengan admin.

"Semisal bisa nanti dia memberi tahu fee yang kita dapat itu berapa, karena kita enggak dapat 100 persen. Kita [joki] dapatnya, misalnya 60-40 [persen], kita dapat 40, 60 adminnya," jelas dia.

Di sisi lain, Kiki menegaskan Sinikubantuin tak sekadar menyediakan jasa joki tugas. Ia menyebut, perusahaan itu turut menyediakan jasa pembuatan skripsi hingga artikel jurnal.

Ia pun menyebut, tarif joki tersebut disesuaikan dengan tingkat kesulitan dari tugas akademik yang diminta oleh klien.

Kiki mengaku mendapatkan upah yang cukup menggiurkan selama menjadi penjoki hingga April 2023. Ia mengaku sempat mendapat jutaan rupiah per bulan.

"Bisa Rp200 ribu-Rp250 ribu itu per satu tugas. Berarti kalau misalnya 5 [joki tugas per bulan], bisa jutaan juga. Kalau seminggu itu full dapat di jurnal aja," ujar dia.

Kendati demikian, Kiki mengaku tak mengetahui siapa sosok pemilik dari Sinikubantuin. Ia mengaku hanya sekadar fokus menjadi penjoki.

Namun, Kiki mengaku tak tahu jasa joki tugas merupakan praktik yang melanggar hukum. Ia hanya ingin mencari uang sembari belajar.

"Kalau mereka mau joki tugas, ya kan, itu hak mereka. Yang penting, untuk aku mereka enggak tahu data aku, tugas mereka selesai. Terus aku juga isinya untung materinya. Gitu aja," jelas dia.

Respons Kemendikbud 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, lewat akun @KemdibukbudRI turut berkomentar mengenai praktik perjokian ini. Menurut Kemendikbud, setiap orang di kelompok sivitas akademika dilarang menggunakan jasa joki.

"Civitas academica dilarang menggunakan joki (jasa orang lain) untuk menyelesaikan tugas dan karya ilmiah karena melanggar etika dan hukum," tulis Kemendikbud.

Penjokian termasuk ke dalam bentuk plagiarisme yang dilarang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Selain itu, sivitas akademika harus menggunakan daya kemampuannya sendiri dalam menunjukkan kapasitas akademiknya.

(mft/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Bekal Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Fisip Universitas Graha Nusantara Gelar Praktikum dan Mini Riset

Sumber: CNN Indonesia