Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Isu Munaslub Golkar Direstui Istana, Pengamat: Proses Terpilihnya Bahlil Lahadalia Terkesan Dipaksakan

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. Ketum Golkar Bahlil dan Sekjen Golkar Sarmuji saat konferansı pers mengumumkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkat, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (7/11/2024) lalu. (Foto: Istimewa)
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mencuat. Kabar yang beredar menyebut istana sudah merestui ketua umum Bahlil Lahadalia diganti.

Menanggpi soal isu munaslub golkar, Pengamat Politik Fernando Emas menilai sesuatu yang wajar karena sebagaimana diketahui bersama mengenai proses sampai terpilihnya Bahlil Lahadalia. 

"Proses terjadinya beberapa ketua umum Partai Golkar sebelum habis masa jabatannya sebelumnya juga terjadi ketika Aburizal Bakrie dan Airlangga Hartarto menjabat sebagai Ketua Umum. Apalagi selama ini kepemimpinan Bahlil terkesan dipaksakan oleh kekuasaan pada saat itu walaupun mengalami penolakan dari kader-kader partai Golkar," kata Fernando Emas, Sabtu (2/8/2025). 

Terkait munculnya nama Nusron Wahid merupakan salah satu kader Partai Golkar yang memang layak dipertimbangkan apabila benar terjadi Munaslub. Selain itu Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga dekat dengan Prabowo Subianto dan dapat diterima oleh semua kelompok yang ada di Partai Golkar. 

"Pasangan Agus Gumiwang sebagai Ketua Umum dan Nusron Wahid sangat ideal untuk bisa membawa Partai Golkar lebih kuat pada pemilu yang akan datang ketimbang Bahlil Lahadalia," tegas Fernando Emas.      

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Sarmuji ogah panjang lebar menanggapi isu munaslub yang ingin mencongkel Bahlil Lahadalia dari posisi Ketum Golkar.

"Desas desus tidak perlu ditanggapi. Ibarat asap tanpa api,” kata Sarmuji.

Baca Juga : Ini Kata Pengamat soal Momen Keakraban Ketum Bahlil Lahadalia dengan Ijeck di Musda Partai Golkar

Disebut-sebut dorongan untuk Bahlil diganti menguat lantaran dia terlalu Jokowi yang oleh kalangan internal mulai dianggap aib.

Golkar dihitung terbenam jika tetap di bawah kendali Bahlil karena terus-terusan menjadikan beringin penopang Jokowi yang bukan lagi presiden.

Informasinya restu disampaikan gamblang kepada Nusron Wahid, politikus Golkar yang juga Menteri ATR/Kepala BPN.

Nusron dipanggil menghadap Hambalang dan Munaslub mengganti Bahlil dari kursi Golkar-1 digelar sebelum pergantian tahun.

(cw1/nusantaraterkini.co)